Kapal Tenggelam di Laut Bali

Keluarga Minta Basarnas Cari Korban Kapal Tenggelam

Arnoldus Dhae    •    Kamis, 29 Nov 2018 12:09 WIB
kapal tenggelam
Keluarga Minta Basarnas Cari Korban Kapal Tenggelam
Ilustrasi kapal tenggelam, Medcom.id - M Rizal

Denpasar: Tujuh awak Kapal Motor Multi Prima 01 belum ditemukan. Kapal tersebut tenggelam di perairan Selat Bali sepekan lalu. Keluarga pun mendesak Basarnas terlibat dalam proses pencarian korban.

Gerardus Geo Pari terus menunggu kabar tentang putranya, Phillipus Kopong Beni Bahy yang hilang bersama enam rekannya. Gerardus yakin putranya selamat. Lantaran itu, ia meminta petugas gabungan terus mencari keberadaan Phillipus dan teman-temannya.

"Untuk itu, kami mendesak Basarnas turun tangan. Kalau hanya mengandalkan tim lokal, kami khawatir nasib anak-anak kami tak jelas. Lalu kemana lagi kami mengadu," kata Gerardus, Kamis, 29 November 2018.

Gerardus kini tengah berkumpul bersama keluarga besarnya di Desa Wato One, Kecamatan Witihama, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Philipus, 47, merupakan anak pertama dari enam bersaudara.

Baca: KM Multi Prima I Tenggelam, Tujuh ABK Hilang

Sejak tiga tahun lalu, Philipus bekerja di KM Multi Prima 01 sebagai chief engineer. Philipus menikahi seorang perempuan asal Jember, Sri Andayani. Keduanya memiliki dua anak, yaitu Maria Matilda Deran Songan, 18 dan Eustasia Angel Salsaputri Bahy, 9.

Kamis, 22 November 2018, KM Multi Prima 01 mengangkut 14 awak berlayar dari Surabaya, Jawa Timur menuju Waingapu, NTT. Kapal memuat bahan bangunan.

Ombak setinggi kurang lebih 2 meter menghantam kapal. Pekerja kapal sempat memberi sinyal bahaya. Sekitar pukul 18.00 Wita, kapal tenggelam di perairan sekitar Pulau Kapoposan Bali, Lombok Utara, NTB.

KM Cahaya Abadi 201 yang sedang melintasi perairan Selat Bali menerima sinyal itu. KM Cahaya Abadi 201 mendekat ke lokasi dan menyelamatkan tujuh awak, yaitu: 

1. Bob Chris Butarbutar, 26, warga Parapat Medan
2. Rahmat Tuloh, 27, warga Lamongan
3. Debiyallah Sastria, 27, warga Larantuka Flores
4. Zainal Arifin berasal, 21, warga Larantuka Flores
5. Benyamin Henuk, 34, warga Larantuka Flores
6. Aldy Hidayat, 18, warga Makassar
7. Haji Jamaludin, 20, warga Larantuka Flores

Sedangkan tujuh awak yang masih hilang, yaitu:
1. Syamsul Salda, 38, warga Flores Timur
2. Tarsisius Atulolon atau Joi, 35, warga Desa Puka One, Flores Timur
3. Pande, 67, warga Jakarta
4. Riski, 26, warga Kupang
5. Sutrisno, 57, warga Sragen
6. Soni Kancil, 41, warga Flores
7. Philipus Bahy, 43, warga Desa Wato One, Flores Timur


(RRN)