Pemprov Klaim Kemiskinan di Sulut Turun

Mulyadi Pontororing    •    Rabu, 08 Aug 2018 18:19 WIB
kemiskinan
Pemprov Klaim Kemiskinan di Sulut Turun
Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sulut di Manado, Rabu, 8 Agustus 2018. Foto: Istimewa/Humas Pemprov Sulut

Manado: Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyebutkan angka kemiskinan di wilayahnya turun. Penurunan diklaim lantaran perekonomian Sulut disebut terus tumbuh. 

"Hal ini tidak lain disebabkan oleh kontribusi dari berbagai stakeholder pembangunan, termasuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terus saling bersinergi dan berupaya memberikan dampak positif bagi pembangunan Sulawesi Utara secara keseluruhan," ujar Olly, dalam sambutannya yang diwakili Sekretaris Daerah Pemprov Sulut Edwin Silangen, pada Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulut di Manado, Rabu, 8 Agustus 2018. 

Edwin menjelaskan, data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2018 jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan, di Sulut terus menurun.

"Jumlah penduduk miskin mencapai 193,31 ribu orang (7,8 persen) berkurang 1,54 ribu orang dari kondisi September 2017 yang sebesar 194,85 ribu orang (7,9 persen)," terang Olly.

Saat ini, sambung Olly, ekonomi Sulut Triwulan II 2018 tumbuh 5,83 persen. Dari sisi produksi, ujarnya, juga terdari pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa lainnya yang tumbuh 12,72 persen.

"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 11,87 persen," beber Olly.

Politikus PDI Perjuangan itu pun mengimbau TPID kabupaten/kota untuk tetap menjaga dan mengatur ketersediaan pasokan kebutuhan pokok dan stabilitas harga pangan untuk kebutuhan masyarakat, khususnya saat hari raya keagamaan.

"Lewat forum ini, saya mengajak Bapak dan Ibu untuk memaksimalkannya sebagai langkah memantapkan koordinasi, seiring dengan pembentukan struktur TPID sesuai Keppres 23 Tahun 2017 bagi kabupaten/kota. Sekaligus untuk memperkuat sinergitas program dan kegiatan dalam rangka pengamanan pasokan kebutuhan bahan pokok dan harga pangan pokok untuk menjaga stabilitas harga di setiap wilayah, di Provinsi Sulawesi Utara," jelasnya.

Olly juga mengingatkan pentingnya komunikasi efektif antar TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota, sambil terus mengajak dan mendorong masyarakat, khususnya petani untuk mengatur pola tanam Barito (bawang, rica [cabai], tomat) sebagai pemicu utama inflasi, agar terus tersedia, terlebih saat hari raya keagamaan.


(ALB)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA