Rayakan HUT ke-71 RI, BUMN Siap Bawa Keberkahan ke Daerah Terpencil

M Studio    •    Rabu, 17 Aug 2016 12:06 WIB
pupuk indonesia
Rayakan HUT ke-71 RI, BUMN Siap Bawa Keberkahan ke Daerah Terpencil
BUMN Hutama Karya dan Pupuk Indonesia Group menyelenggarakan program BUMN Hadir Untuk Negeri (Foto:Dok.Pupuk Indonesia)

Metrotvnews.com, Jakarta: BUMN Hutama Karya dan Pupuk Indonesia Group menyelenggarakan program BUMN Hadir Untuk Negeri yang didedikasikan untuk daerah-daerah terpencil di Provinsi Kalimantan Timur.

Program tersebut terdiri atas empat kegiatan, yaitu penyediaan air bersih, penyediaan sarana mandi cuci kakus (MCK), penyediaan tempat penitipan anak di pasar, dan penyediaan fasilitas listrik (elektrifikasi) rumah tangga yang belum teraliri listrik.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, mengatakan bahwa program Bina Lingkungan/CSR bersama ini ini merupakan implementasi kepedulian BUMN di Kaltim kepada masyarakat.

"Kegiatan ini total ada tujuh program. Semuanya berjalan beriringan dengan pembagian tugas di antara Pupuk Indonesia, Hutama Karya dan Pupuk Kaltim. Selain pengadaan elektrifikasi, penyediaan air bersih, tempat penitipan anak, dan MCK bagi warga, kita juga akan mengadakan program pembinaan Narapidana Usia Produktif, pembinaan mantan atlet nasional, serta pembinaan desa terpencil, desa di perbatasan, dan rawan konflik,” kata Aas, di sela-sela kegiatan penyerahan rumah veteran di Berebas Tengah RT 03/04, Kecamatan Bontang Selatan, dalam gelaran peringatan HUT ke-71 RI  tahun 2016, Rabu (17/08/16).

"Secara simbolis beberapa kegiatan itu sudah kami serahterimakan pada upacara tadi. Khusus untuk bantuan renovasi rumah veteran, kami ingin memberikan langsung kepada pemiliknya, sambil mengenal keluarga pejuang kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Aas, menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra, mengatakan, kegiatan ini masih dalam rangkaian program akbar BUMN Hadir Untuk Negeri yang diprakarsai oleh Kementerian BUMN.

“Jadi, ini salah satu kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri pada tahun ini, sekaligus sebagai bentuk peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-71. Di sini, Hutama Karya dan Pupuk Indonesia Group bersama-sama melakukan Bina Lingkungan yang bermanfaat bagi  masyarakat Kaltim, terutama yang berada di daerah terpencil,” kata I Gusti Ngurah Putra.

Dalam menyediakan air bersih, Putra memaparkan, pihaknya bersama Pupuk Indonesia Group telah melakukan survei ke lapangan dan menemukan setidaknya tiga daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara yang belum dialiri air PDAM.

“Lokasinya ada di Kecamatan Tenggarong. Terdapat tiga lokasi di sana yang jaringan pipa air bersihnya belum ada,” kata Putra.

Warga yang ditemui tim survei di lokasi mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan air, mereka membuat galian sumur, memanfaatkan kolam tadah hujan, atau membeli air di tempat lain.

"Kita sudah siapkan agar daerah-daerah yang sudah disurvei ini dapat dialiri air PDAM,” kata Putra.

Selanjutnya, terkait dengan elektrifikasi rumah tangga yang belum teraliri listrik, Putra menjelaskan bahwa HK dan Pupuk Indonesia Group sudah mengantongi rumah-rumah mana saja di Kabupaten Berau yang belum mendapatkan aliran listrik memadai.

“Ada kurang lebih 100 rumah yang terverfikasi belum ada listrik. Setelah ini, akan kami tindaklanjuti untuk pengadaannya,” tutur Putra.

Berkaitan dengan penyediaan fasilitas MCK bagi warga, tiga perusahaan tersebut akan kembali mengadakan di Kabupaten Berau. Berdasarkan hasil survei, terdapat 50 rumah yang belum memiliki fasilitas MCK yang memadai. Rumah-rumah tersebut berada di empat keluruhan, yaitu Kelurahan Gunung Panjang, Kelurahan Gayam, Kelurahan Gunung Tabur, dan Kelurahan Karang Ambon.

Direktur Operasi I Hutama Karya, Suroto, menyampaikan bahwa penyediaan MCK ini nanti akan memiliki standarisasi pekerjaan yang sama.

"Penyediaan MCK akan meliputi pekerjaan septic tank, dinding, lantai keramik, sanitasi yang meliputi pipa, keran, dan WC jongkok, serta pekerjaan atap,” kata Suroto.

Sementara, untuk penyediaan tempat penitipan anak di pasar, Suroto masih berkoordinasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Timur.

“Masih survei dan koordinasi dengan perangkat daerah di sini. Mudah-mudahan kita bisa segera dapat lokasi yang tepat," kata Suroto.





(ROS)