Rencana Pengangkatan Guru Honorer Selalu Berembus Jelang Pilkada

Farhan Dwitama    •    Jumat, 09 Feb 2018 09:51 WIB
pendidikanguru
Rencana Pengangkatan Guru Honorer Selalu Berembus Jelang Pilkada
Ilustrasi, guru tengah mengajar makna Pancasila(ANTARA FOTO/Lucky R)

Tangerang: Seorang guru honorer, Tartusi, 30, menyebut, janji pengangkatan guru honorer melalui K2 selalu diembuskan menjelang pemilihan umum. Dia berharap rencana pengangkatan ini bukan omong kosong yang bisa membuat masyarakat benci pemimpinnya. 

“Kenyataanya seperti itu, tapi kalau benar ada alhamdulillah. Tapi, tolong prioritaskan yang sudah memenuhi persyaratan untuk pengangkatan, yang belum memenuhi persyaratan tolong juga disejahterakan,” kata Tartusi yang merupakan guru honorer SDN Dirgantara, Kabupaten Tangerang, Jumat, 9 Februari 2018.

Menurut dia, kesejahteraan guru honorer negeri di Kabupaten Tangerang adalah yang paling rendah dibandingkan dengan guru-guru honorer di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. 

Baca: Pemerintah akan Angkat Puluhan Ribu Guru Honorer

“Beda jauh, dibanding Tangsel sama Kota Tangerang saja kita mah belum ada apa-apanya,” ucap Tartusi yang telah 11 tahun mengabdi sebagai guru.

Tartusi berharap pengangkatan guru honor menjadi guru PNS sebagaimana yang disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla belum lama ini bisa segera terealisasi. 

“Kalau bicara kesejahteraan mah jauh, tapi ini pengabdian, kenapa 11 tahun saya bisa bertahan. Saya juga nyambi usaha kalau di luar sekolah,” bebernya.

Baca: Pengangkatan Guru Honorer Diharapkan Diikuti Peningkatan Mutu

Dia mengingatkan rencana pengangkatan guru honorer yang selalu diembuskan jelang pemilihan umum jangan jadi omong kosong. Tartusi mengaku muak dengan janji politik yang dikampanyekan pasangan calon Pilkada.  

“Kami tidak mau cuma omong kosong doang, sekarang lagi ramai Pemilihan Bupati, tebar janji sana-sini, kemarin 2017 ada Pemilihan Gubernur Banten, realisasi menyejahterakan gurunya mana? Semua hanya janji, janji tinggal janji,” ujarnya kesal.


(LDS)