Dana Desa Rp1,8 Miliar di Lembata Diduga Disalahgunakan

Alexander P Taum    •    Selasa, 14 Nov 2017 10:47 WIB
dana desa
Dana Desa Rp1,8 Miliar di Lembata Diduga Disalahgunakan
Ilustrasi dana desa, Ant

Lembata: Beberapa kepala desa di Lembata, Nusa Tenggara Timur, mendapat teguran. Alasannya, pemerintah menemukan penyalahgunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2016 di beberapa desa.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday memberikan waktu kepada beberapa kepala desa untuk menuntaskan masalah tersebut hingga akhir 2017. Enam desa tercatat sebagai wilayah dengan temuan penyalahgunaan Dana Desa terbesar, yaitu Bolibean, Ileboli, Atawai, Twaowutung, Pasir putih, Riabao. Nilai penyalahgunaan dana di enam desa itu yaitu Rp450 juta.

"Itu berdasarkan temuan Inspektorat Lembata. Setelah melakukan pemeriksaan Dana Desa tahun 2016, ditemukan penyalahgunaan dana sebesar Rp1,8 miliar hampir di seluruh Lembata," ungkap Langobay di Lembata, Selasa 14 November 2017.

Ia meminta semua kepala desa yang bermasalah pada dana itu menandatangani surat pernyataan lengkap dengan materai. Surat itu berisikan pernyataan untuk menuntaskan masalah tersebut hingga akhir tahun.

Langoday mengancam akan memproses secara hukum temuan tersebut. Ia juga meminta Inspektorat membawa masalah itu ke kejaksaan.


(RRN)