Bukan Pangkalpinang, Video Pemukulan di Sekolah Berasal dari Pontianak

Agung Widura    •    Selasa, 07 Nov 2017 23:40 WIB
kekerasan
Bukan Pangkalpinang, Video Pemukulan di Sekolah Berasal dari Pontianak
Ilustrasi kekerasan, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Pontianak: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat menyatakan tindak kekerasan antarpelajar terjadi di sebuah SMA di provinsi tersebut. Tindak kekerasan itu terekam dalam video yang menjadi viral di sosial media baru-baru ini.

Semula, video berdurasi 33 menit itu diduga berlokasi di sebuah SMP di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Namun Dinas Pendidikan Pangkalpinang membantah dugaan tersebut.  

"Saya pastikan kejadian tersebut bukan di SMPN 10 Pangkalpinang," kata Edison seperti yang tertulis di Metrotvnews.com pada Senin 6 November 2017.

Baca: Disdik Bantah Video Viral Guru Pukul Murid SMPN 10 Pangkalpinang

Ternyata, lokasi tindak kekerasan terjadi di sebuah SMA swasta di Kota Pontianak, Kalbar. Bukan guru sebagai pelakunya, namun seorang pelajar yang memukuli temannya di dalam kelas.

Kepala Disdikbud Kalbar Alexius Akim membenarkan fakta itu. Menurut Alexius, seorang pelajar berinisial AL tersinggung dengan pernyataan seorang temannya, ALF. Lantaran tak terima mendapat ejekan itu, AL memukuli ALF di dalam kelas.

Ia menceritakan latar belakang waktu kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis 2 November 2017 pukul 11:30 WIB di salah satu SMK Swasta di Kota Pontianak tepatnya di kelas X.

"Itu lah, orang sudah tua dan sudah punya uban," kata Alexius menirukan pernyataan ALF itu dalam keterangan pers yang berlangsung di kantornya di Kota Pontianak, Selasa 7 November 2017. 

AL tersinggung. AL lalu memukuli ALF di bagian bahu. Seorang teman sekelas, H, 15, berusaha melerai. Namun H malah jadi bulan-bulanan AL.

Peristiwa itu, lanjut Alexius, terjadi di ruang kelas X SMK Swasta Bina Utama. Kejadian pada Kamis 2 November 2017, pukul 11.30 WIB.

Alexius menerangkan tak ada efek serius dari tindakan tersebut. Saat guru masuk ke kelas pun, para siswa tak menunjukkan gelagat aneh.

"Guru Budi Pekerti juga tidak mengetahui adanya kejadian tersebut. Artinya selesai diantara mereka," ucapnya.

Ternyata, kejadian itu direkam seorang siswa di dalam kelas, D, 16, dengan telepon genggamnya. D lalu menunjukkan video itu ke temannya berinisial Jer, 16. Jer lalu menyebarkan video itu ke temannya yang lain, ALP, ALP.

"Kemudian ALP meng-share video itu di grup WhatsApp-nya. Sehingga video menyebar luas ke media sosial," ungkap Alexius.

Tapi, tegas Alexius, masalah sudah kelar. Orang tua pun sudah berkomunikasi.

"Para siswa juga tetap berteman dan belajar seperti biasa," sambung dia.

Ashar, Kepala SMK Bina Utama yang turut hadir dalam keterangan pers itu, mengungkap menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran. Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan guru untuk lebih memantau anak-anak didik.

"Dari pihak sekolah akan meningkatkan pengawasan terhadap seluruh warga sekolah kami untuk lebih baik lagi ke depannya," kata Ashar.
 


(RRN)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

56 minutes Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA