Surplus Listrik, PLN Jamin Sulsel Bebas Pemadaman Bergilir

Andi Aan Pranata    •    Rabu, 14 Mar 2018 16:54 WIB
pln
Surplus Listrik, PLN Jamin Sulsel Bebas Pemadaman Bergilir
General Manager PLN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar) Bambang Yusuf (kiri) bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (tengah). Foto: Medcom.id/ANDI AAN PRANATA

Makassar: Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjamin provinsi Sulawesi Selatan bebas dari pemadaman listrik bergilir. Sebab saat ini daerah dalam kondisi surplus energi listrik.

"Tidak ada lagi defisit listrik, jadi sekarang tidak ada lagi yang namanya pemadaman bergilir,” kata General Manager PLN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar) Bambang Yusuf, usai bertamu ke Kantor Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Rabu, 14 Maret 2018.

PLN mencatat, Sulsel memiliki pasokan listrik di atas 1.300 megawatt (MW). Jumlah itu melampaui kebutuhan listrik pada beban puncak sebesar 1.050 MW. Listrik di wilayah Sulselbar surplus sekitar 200 MW.

Bambang menyebut pasokan energi listrik Sulsel masih akan bertambah dalam waktu dekat. Itu seiring beroperasinya pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di kabupaten Jeneponto dan Sidrap. Optimalnya, masing-masing pembangkit akan menyumbang energi sebesar 60 MW dan 70 MW.

"Pasokan tambahan itu akan masuk ke sistem secara bertahap. Yang di Sidrap bahkan sudah ada yang beroperasi dan masuk sekitar 26 MW," ujar Bambang.

Menurut Bambang, kemungkinan pemadaman bergilir di Sulsel tidak akan terjadi kecuali disebabkan faktor nonteknis. Dia mencontohkan kemungkinan adanya kerusakan jaringan listrik akibat kondisi alam atau pun pemeliharan rutin.

"Kalau pun ada padam, itu mungkin karena gangguan alam. Seperti hujan deras pohon tumbang. Atau pemeliharaan, karena jaringan perlu dirawat," ujar Bambang.

Bambang mengakui bahwa di Sulsel masih ada daerah yang belum dialiri listrik. Karena rasio elektrifikasi di daerah ini belum mencapai 100 persen. Utamanya di daerah kepulauan dan desa terpencil. Namun dia menjamin dalam waktu dekat daerah yang tersisa bisa segera teratasi.

"Tekad kita, secara bertahap semua desa harus terjangkau listrik. Pak Jokowi juga menyatakan begitu. Tapi perlu perjuangan, waktu, terutama desa yang jauh dari jaringan. Kita target 2019 selesai," dia melanjutkan.
 


(SUR)