Alasan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Diadakan di Manado

Rosa Anggreati    •    Kamis, 11 Oct 2018 14:30 WIB
berita kemenko pmk
Alasan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Diadakan di Manado
Kota Manado terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM) pada 26-28 Oktober 2018 (Foto:Antara/Adwit B Pramono)

Manado: Kota Manado terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM) pada  26-28 Oktober 2018.

PKNRM merupakan hajatan nasional yang bertujuan menunjukkan kepada masyarakat mengenai aksi nyata pemerintah dalam mengimplementasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental. 

Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) YB Satya Sananugraha, Pemilihan Kota Manado sebagai tuan rumah PKNRM merupakan komitmen sukarela Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) dalam implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental.

“Selama PKNRM 2017 yang terselenggara di Solo, Jawa Tengah, Pemprov Sulut dengan senang hati bersedia menjadi tuan rumah,” kata Satya, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Pemprov Sulut telah menginstruksikan jajarannya untuk menyukseskan acara PKNRM dan mengajak seluruh masyarakat Sulut, khususnya pemerintah dan warga Kota Manado untuk bergotong royong terkait penyelenggaran hajatan ini. Keterlibatan masyarakat Kota Manado pada PKRNM diharapkan membawa dampak positif dalam kesuksesan penyelenggaraan.

Selain komitmen, menurut YB Satya Sananugraha, terdapat beberapa alasan menarik di balik penetapan Manado sebagai tuan rumah, yaitu secara sosio-kultural, kemajemukan masyarakat Manado merupakan potret indah dalam merangkai keberagaman dan cerminan kehidupan inklusif yang melindungi minoritas.  



Hal tersebut sesuai dengan kearifan lokal Minahasa "Si tou timou tumou tou" yang artinya "Manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia."

Selain itu, posisi strategis Manado sebagai representasi Indonesia Timur menjadi faktor penting untuk penyebaran implementasi 5 Gerakan Nasional Revolusi Mental. “Revolusi mental itu gerakan nasional. Meski terpisah jauh secara geografis, tetap mewujudkan Indonesia bersatu, mandiri, dan melayani,” tutur Satya.

Sementara itu, meski acara inti akan diselenggarakan pada akhir bulan ini, sejak 1 Oktober Pemprov Sulut telah melakukan peningkatan kualitas pelayanan yang dibungkus dalam program Rencana Aksi Nyata Sulut. Program tersebut berupa pembuatan e-KTP bagi pemilih (pemilih pemula) di 15 Kabupaten/Kota se-Sulut oleh Dukcapil, pengurusan seribu sertifikat tanah bagi masyarakat di 15 Kabupaten/Kota oleh ATR BPN, pelayanan pembuatan 500 SIM  dengan metode  mobile, dan peningkatan mall pelayanan publik oleh DPM PTSP di Kabupaten Kota di Bitung dan Tomohon.



(ROS)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA