Usut Korupsi Proyek Jalan, Kejati Bengkulu Geledah Kantor Gubernur

Safran Ansyori    •    Jumat, 16 Jun 2017 03:10 WIB
kasus korupsi
Usut Korupsi Proyek Jalan, Kejati Bengkulu Geledah Kantor Gubernur
Kejati Bengkulu usai menggeledah Kantor Gubernur Bengkulu - MTVN/Safran Ansyori

Metrotvnews.com, Bengkulu: Satuan penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menggeledah sejumlah ruangan di kantor Gubernur Bengkulu, Kamis 15 Juni 2017 sore.

Penggeledahan terkait penyidikian dugaan korupsi proyek jalan di Pulau Enggano yang diduga merugikan negara Rp7,1 miliar.

Sejumlah tempat yang digeledah yakni ruangan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) dan ruangan Unit Lelang Pengadaan Barang dan Jasa (ULP). Dari penggeledahan itu, penyidik membawa satu kardus besar berisi dokumen terkait pembayaran uang proyek pembangunan jalan di Pulau Enggano tahun 2016.

Penyidik diketahui menemukan bukti adanya pencairan uang sebesar Rp500 juta meski pekerjaan proyek belum 100 persen rampung. Ini memicu kerugian baru.

“Kerugian negara (yang dikeluarkan BPK) yang ditimbulkan akibat praktek korupsi sama dengan temuan kami (Kejati), sementara akibat pembayaran saat proyek belum 100 persen selesai memicu kerugian baru lagi yakni sebesar Rp 500 juta,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu Henri Nainggolan usai memimpin penggeledahan, Kamis 15 Juni 2017.

Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang ditemui di komplek kantor gubernur mengaku akan membuka diri bagi penyidik melaksanakan tugasnya. Dia menegaskan akan menindak pihak yang terlibat dalam kasus itu.

“Kami mendukung upaya yang dilakukan aparat untuk menciptakan aparatur sipil yang bersih, namun kami juga belum bisa menerka berapa orang dari kalangan pegawai yang terlibat. Tunggu saja prosesnya,” ujar dia.

Sebelum menggeledah dua ruangan di kantor gubernur, penyidik melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu. Dari penggeledahan itu, sejumlah dokumen disita.

Terkait kasus ini, Kejati Bengkulu belum menetapkan tersangka. Namun, 30 orang sudah diperiksa.


(REN)