Koperasi di Boven Digul Dibenahi

   •    Kamis, 10 Aug 2017 10:13 WIB
koperasi
Koperasi di Boven Digul Dibenahi
Dansubkorwil 5 Ekspedisi NKRI Mayor Inf Ngurah Wikrama.MTVN/Istimewa

Metrotvnews.com, Boven Digul: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI membenahi koperasi dan UKM di Boven Digoel, Papua bagian selatan. Pembenahan dilakukan untuk mengurangi sifat konsumtif masyarakat sekitar.

"Kami ingin menjadikan koperasi dan UKM sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia," kata Samsuri, perwakilan kepala Bidang Koperasi, dalam keterangan tertulis, Kamis 10 Agustus 2017.

Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar Pelatihan Vocational Daerah Perbatasan di Cafe Putri, Boven Digoel, Rabu 9 Agustus.

Pelatihan melibatkan sejumlah elemen masyarakat seperti Dinas Perkebunan dan Pertanian serta Dinas Koperasi dan UKM Boven Digoel. Pelatihan diikuti 47 peserta yang berasal dari berbagai koperasi dan kelompok UKM di Kabupaten Boven Digoel

Samsuri mengidentifikasi kendala-kendala mengapa koperasi tak berkembang di perbatasan. "Faktor kurangnya pembinaan dan minimnya wadah membuat pemerintah tak fokus mengembangkan koperasi,” kata dia.

Perwakilan dari kepala Bidang Koperasi UKM Boven Digoel, Khalif Mujtahid, meminta warga Boven Digul mempromosikan makanan pokok daerah. "Kami ingin masyarakat di sini bisa mengelola makanan berbahan dasar umbi-umbian dan pisang agar memiliki nilai jual tambahan," kata Khalif.

Pembenahan koperasi dan UKM, kata dia, dilakukan untuk menghadapi pasar bebas dan meningkatkan kerja sama masyarakat dan pemerintah. "Pelatihan ini dilakuan untuk memotivasi dan menggerakan sektor produksi. Diharapkan bisa menjadi sarana edukasi untuk UKM dalam mengembangkan usaha sekaligus bersinergi dengan koperasi,” ujar Khalif.

Dansubkorwil 5, Tanah Merah, Boven Digoel Mayor Inf Ngurah Wikrama mengatakan, kegiatan ini selaras dengan Ekspedisi NKRI ke tujuh lokasi di Papua bagian selatan. "Kami berharap pelatihan ini bisa langsung diaplikasikan agar bisa meningkatkan perekonomian," ujarnya.

Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia pernah diasingkan oleh Belanda ke Boven Digul. Pengalaman sejarah itu, kata Tugoro Glamop, harus menjadi motivasi warga Boven Digul untuk berbenah.

"UKM adalah gebrakan ekonomi lokal jika kita dapat memanfaatkannya dengan baik. Jika berhasil, saya berharap Boven Digul bisa menjadi Kota Koperasi," ujarnya.

Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Ekspedisi NKRI 2017 koridor Papua bagian selatan, Akhmad Dadang Suryana, mengatakan Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. "Jika tak ingin diambil alih asing, SDM kita harus bisa memanfaatkan SDA yang ada," kata dia.


(UWA)