Rp5 Ribu Seraup, Pembeli Memilih Ceker Ayam

Farhan Dwitama    •    Senin, 23 Jul 2018 12:25 WIB
daging ayamharga ayam mahalharga ayam
Rp5 Ribu Seraup, Pembeli Memilih Ceker Ayam
Pedagang ayam melayani pembeli di Pasar Sukatani, Depok. (MI/BARY FATHAHILAH)

Tangerang: Meroketnya harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kota Tangerang Selatan, membuat ibu rumah tangga bersiasat untuk tetap bisa menyajikan menu ayam di rumah. 

Azizah, warga Serpong ini mengaku tak kuat membeli daging ayam yang dijual Rp60 ribu per kilogram. Untuk menyiasati menu masakan berbahan dasar ayam, dia memilih membeli ceker atau kepala ayam untuk dihidangkan ke keluarganya.

“Enggak ada duitnya, Rp60 ribu baru buat ayamnya, belum bumbu-bumbu. Jadi harus pintar, saya siasati hanya ceker kan murah,” ucapnya, Senin, 23 Juli 2018. 

Dia menuturkan, satu plastik kantung kecil ceker ayam negeri di Pasar Serpong dihargai Rp5.000. Kalau sudah langganan, bisa ditambah kepala ayam dan bagian lain yang jarang diolah konsumen lain. 

“Rp5 ribu seraup, yang penting ada aroma-aroma ayamnya. Anak-anak saya suka makan ceker, kalau ada duit paling tambah bagian sayap atau paha, enak bagian kulit. Anak-anak suka, untuk disop,” tuturnya. 

Tumirah, pedagang ayam potong di Pasar Serpong, mengaku, kenaikan harga ayam sudah terjadi sejak Ramadan. Dari pemasok, hanya diberikan jatah paling banyak 300 ekor setiap hari.

“Sebelumnya saya bisa jual 450 ekor sehari, ini paling banyak 300, tapi kemarin cuma dikasih 250 an dari bos,” ungkapnya.

Tumirah mengungkap, langganan ayam potongnya memang banyak, mulai dari orang pribadi sampai pemilik usaha tempat makan. Meski ada kenaikan harga, permintaan ayam di lapaknya tetap stabil. 

“Kalau saya bilang kenapa mahal, karena pasokanya sedikit. Permintaanya tetap. Kalau saya pedagang, ya omzet menurun. Biasa untuk satu pasar Serpong lima truk, ini hanya tiga truk dibagi ramai-ramai ke semua pedagang ayam,” ucapnya. 


(LDS)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA