FPPI Klarifikasi Tudingan Sebagai Organ Cikal Bakal PKI dan ISIS

Fitra Iskandar    •    Sabtu, 31 Dec 2016 13:36 WIB
kepemudaan
FPPI Klarifikasi Tudingan Sebagai Organ Cikal Bakal PKI dan ISIS
Massa dari FPPI melakukan aksi mengecam pernyataan Rektor DR Hja Chuduria Sahabuddin.(foto:IST)

Metrotvews.com, Jakarta:  Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) “Rakyat Kuasa” membantah keras tudingan sebagai organisasi PKI dan ISIS. Tudingan tersebut  sebelumnya dilontarkan DR Hja Chuduria Sahabuddin.

Saat berbicara di forum UKM Kampus Polman,  Chuduria yang merupakan rektor Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) tersebut mengatakan bahwa ia mendapat informasi ada organisasi yang berbahaya yang dapat merusak mental mahasiswa karena dapat mengubah anggotanya menjadi PKI atau ISIS.  Ia menyebut organisasi

“Rakyat Kuasa”. Rakyat Kuasa adalah kalimat yang melekat pada FPPI. “Saya takut inilah yang akan merusak mental semua mahasiswa jadi frontal menjadi pemberontak akhirnya menjadi PKI nanti jadinya, atau ISIS. Bisa saja kamu tidak tahu dimanfaatkan oleh mereka karena kamu tidak sadar, tak tahu siapa pemimpin pusatnya ini organisasi cari tahu siapa yang wilayah kamu tidak sadar nanti di situ ternyata orang-orang PKI,” ujar Chuduria di depan dosen dan para mahasiswa 28 Desember 2016.

Dalam forum itu, kemudian Chuduria meminta hadirin yang terlibat dalam FPPI untuk dipisahkan dan diwawancara khusus.

Muh. Suyuti Pimpinan Kota FPPI Mamuju, mempertanyakan dasar tudingan Chuduria tersebut.  Ia diminta mengklarifikasi atas dasar apa menuding organisasi FPPI sebagai organ cikal bakal PKI, ISIS. Menurut  Suyuti,  FPPI yang bergerak  dengan asas nasional demokrasi kerakyatan telah menjaga keutuhan NKRI ditengah-tengah arus globalisasi oleh pertarungan dua ideologi besar dunia.

“ Kami melakukan pengorganisiran di ruang-ruang sosial bergerak secara bersama-sama dengan petani, buruh, nelayan dan lain-lain sebagainya dan melakukan tindakan penyadaran terhadap masyarakat atas situasi tata ekonomi politik dunia yang sedang berjalan.  Sebagai seorang rektor tidak pantas untuk menjustifikasi bahwa “Rakyat Kuasa” terindikasi gerakan komunis hanya dengan membangun gerakan kritisisme mahasiswa,” ujar Suyuti menegaskan.  
                       
“FPPI mengkaji dan mempelajari, mendiskusikan isme isme (kapitalisme, imperialisme, kolonialisme, liberalisme, sampai komunisme,  dan sosialisme) besar dunia yang mempengaruhi wajah dunia kita saat ini adalah pengetahuan yang mencerahkan membangun kritisisme maju di kalangan muda. Jangan serta merta dituduh komunis atau bahkan organisasi terroris,” imbuhnya.

"Ideologi FPPI adalah Pancasila. Nademkra adalah pisau analisisnya. Mirip Bung Karno dengan sosio nasionalis sosio kerakyatan.  NKRI harga mati."

Ia menambahkan bahwa referensi tentang FPPI  “Rakyat Kuasa" dalam sejarah nasional RI resmi ditulis oleh Tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dipimpin Almarhum Muridan Widjojo at all, dalam buku penelitian resmi LIPI tentang gerakan Mahasiswa pemuda Indonesia era 90-98 berjudul "Pendobrak Orde Baru".

“Jika Ibu Rektor mau diskusi dan membaca literasi primer tentang genealogi gerakan pemuda kontemporer 98 maka tidak akan gagal mengalami paham,” ujarnya.

"Ibu Rektor sebaiknya mau googling dan, baca Manifesto Politik FPPI.  FPPI meminta Ibu Rektor untuk mengklarifikasi pernyataanya dan permohonan maaf kepada seluruh anggota FPPI di seluruh Indonesia,” imbuh Andi Tahmid, Dewan Wilayah Sulawesi FPPI.


(FIT)