Pemkot Tangsel Disebut Macan Ompong

Farhan Dwitama    •    Kamis, 13 Apr 2017 10:14 WIB
media sosial
Pemkot Tangsel Disebut Macan Ompong
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tangerang Selatan Kemal Mustapa -- MTVN/Farhan Dwitama

Metrotvnews.com, Tangerang: Belum adanya sanksi yang dijatuhkan pada Kemal Mustapa, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang mengunggah video curhatnya ke laman Youtube, menuai kritik masyarakat. Mereka mempertanyakan alasan Pemkot Tangsel lama memberikan sanksi kepada Kemal.

"Mengapa Pemkot (Tangsel) seperti macan ompong? Tidak berdaya dan tidak mampu merealisasikan acaman pemecatan atau pemidanaan Kemal. Benarkah masih dalam proses? Butuh waktu berapa lama?," kata Ketua Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Banten Hamim Jauzie, Kamis, 13 April 2017.

Hamim mengatakan, pihaknya sempat mengusulkan agar perkara Kemal dan Pemkot Tangsel diselesaikan melalui jalur hukum. Sehingga, Kemal dan Pemkot Tangsel tidak sekadar adu argumen di media masa.

Namun, lanjut Hamim, sanksi yang tak kunjung terwujud memunculkan dugaan jika tuduhan Kemal kepada Pemkot Tangsel benar adanya. "Apakah benar apa yang dituduhkan Kemal bahwa ada dugaan penyimpangan mutasi, promosi, dan penempatan pejabat di Tangsel? Sehingga, pemkot tidak berani," cetusnya.

(Baca: Pemkot Tangsel Dinilai Lemah Berikan Sanksi)

Senada, peneliti dari Tangerang Public Transparancy Watch (TRUTH) Suhendar menilai, video yang diunggah Kemal di Youtube adalah koreksi untuk perbaikan dalam pengisian jabatan di Tangsel. "Ketika hanya karena menyuarakan kebenaran melalui Youtube lalu diberi sanksi, sangatlah tidak mendasar," ucapnya.

Bahkan, Suhendar menuding kepemimpinan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie sangat antikritik. "Sekaligus mempertegas bahwa apa yang disampaikan Kemal adalah benar adanya," cetus dia.

Menurut Suhendar, setiap keputusan atau tindakan yang diambil oleh Pemkot Tangsel tanpa dasar. "Itu bentuk penyalahgunaan wewenang dan dapat kita uji di pengadilan PTUN," pungkasnya.

Sebelumnya, Kemal mengunggah video di Youtube berdurasi 7.24 menit yang berisi curahan hatinya terkait tata kelola Pemkot Tangsel dalam penempatan pejabat dan dugaan berbagai penyimpangan.

(Baca: Surat Terbuka ASN Pemkot Tangsel untuk Presiden)

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Banyamin Davnie membantah tudingan Kemal terkait adanya dugaan penyimpangan mutasi, promosi, dan penempatan pejabat di Pemkot Tangsel. Tudingan yang disampaikan Kemal melalui Youtube disebutnya sebagai fitnah dan tidak berdasar.

Bahkan, belakangan Pemkot Tangsel mengancam memberikan sanksi tegas kepada Kemal karena dianggap telah menyebarkan fitnah melalui video yang diunggahnya di Youtube.


(NIN)