APBD Sulsel Baru Terserap 20 Persen

Andi Aan Pranata    •    Jumat, 14 Jul 2017 19:06 WIB
apbd
APBD Sulsel Baru Terserap 20 Persen
Rapat koordinasi Pemprov Sulsel di Rumah Jabatan Gubernur. --MTVN/Andi--

Metrotvnews.com, Makassar: Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah baru terserap 20 persen, hingga semester pertama 2017. Padahal, target penyerapan minimal setengah dari total anggaran.

Terkait itu, Syahrul meminta seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) segera mengidentifikasi masalah. Diharapkan sudah ada solusi penanganan dalam waktu dekat.

“Minggu depan saya tunggu apa yang jadi kendala utama. Apa saja masalahnya, dan seperti apa solusinya,” kata Syahrul saat mengumpulkan semua jajaran OPD Pemprov di Rumah Jabatan Gubernur, jalan Sungai Tangka Makassar, Sulsel, Jumat, 14, Juli 2017.

Pada APBD Sulsel 2017 ditetapkan total anggaran belanja Rp8,9 Triliun lebih. Terdiri dari belanja langsung sebesar Rp2,3 Triliun dan belanja tidak langsung senilai Rp6,7 Triliun.

Menurut Syahrul, ada sejumlah kemungkinan penyebab lambannya penyerapan APBD tahun ini. Salah satunya adalah tarik-menarik Dana Alokasi Khusus (DAK) antara daerah dengan pusat. Kondisi itu sempat membuat kepastian anggaran terganggu, yang akhirnya berdampak pada terlambatnya proses tender belanja.

“Tidak sepenuhnya kendala itu ada dalam kendali kita,” ujar Syahrul.

Pada pertemuan di rujab, gubernur meminta semua OPD agar memaksimalkan segala upaya dan langkah-langkah dalam mengejar target program kerja. Sehingga dalam praktiknya, APBD bisa sesuai target. Baik pada perencanaan, proses, maupun penyelesaian sesuai tahapannya.

“Kendala yang ditemukan dibicarakan. Saya mau minggu depan final,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Latif juga mengungkapkan realisasi APBD yang di bawah target pada awal tahun. Salah satu penyebabnya, menurut dia, yakni persiapan yang terlalu banyak. Itu akan menjadi evaluasi agar ke depan sistem perencanaan bisa diperbaiki.

“Kami coba galakkan bagaimana modelnya, sehingga kegiatan itu bisa cepat berjalan. Karena hampir semua kegiatan fisik tidak ada yang berjalan di triwulan pertama lalu,” kata Latif.


(ALB)