Polisi Periksa Empat Pegawai RSUD Drajat Prawiranegara

Hendrik Simorangkir    •    Jumat, 28 Dec 2018 15:49 WIB
pungliTsunami di Selat Sunda
Polisi Periksa Empat Pegawai RSUD Drajat Prawiranegara
Ilustrasi- Medcom.i/ Rakhmat Riyandi.

Tangerang: Polres Serang memeriksa empat pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Drajat Prawiranegara, Serang, Banten terkait biaya pengambilan jenazah korban tsunami. Polisi memerlukan keterangan sejumlah pekerja untuk mencari kebenaran adanya biaya pengambilan jenazah.

"Jumlahnya empat orang (yang sudah diperiksa). Empat orang yang diperiksa adalah pegawai bagian Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) rumah sakit pemerintah Kabupaten Serang," kata Kapolres Serang AKBP Firman Affandi, saat dikonfirmasi, Jumat, 28 Desember 2018.

Baca: Ambil Jenazah, Keluarga Korban Tsunami Dipalak Rp3,9 Juta

Firman menjelaskan, keempat pegawai tersebut yakni BD sebagai kepala forensik, BY sopir ambulan, FT dan AR sebagai anggota forensik rumah sakit. Menurut Firman, pihaknya juga masih mungkin memeriksa pegawai lain jika keterangan keempat orang tersebut masih dinyatakan kurang.

"Kami sedang gelar perkara. Nanti akan lihat perkaranya dulu sebelum naik ke tahap penyidikan atau tidak," ungkap Firman.

Firman menambahkan, pihaknya kini menunggu adanya laporan dari kerabat korban lainnya jika mengalami hal serupa. Firman memastikan jika pihaknya akan memproses laporan korban jika didasari bukti yang cukup.

"Kalau ke korban lain kota akan dalami lagi. Kita klarifikasi kalau memang ada sudah bisa dinaikkan ke penyidikan," jelas Firman.

Sebelumnya, seorang staf di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSUD Drajat Prawiranegara berinisial L diduga memalak keluarga korban tsunami yang menerjang Banten, Sabtu, 22 Desember 2018 lalu. L diduga meminta sejumlah uang kepada keluarga korban jika ingin membawa jenazah korban tsunami pulang. 

Keluarga korban tsunami yang dipungut biaya pengambilan jenazah adalah Badiamin Sinaga. Ia adalah warga Klender, Jakarta Timur. Dalam peristiwa tsunami Banten, Badiamin kehilangan tiga orang kerabatnya, yang saat itu sedang liburan ke Pantai Carita.

Keluarga Badiamin yang menjadi korban tsunami Banten adalah Ruspin Simbolon, Leo Manulang, dan seorang bayi bernama Satria. Badiamin harus mengeluarkan Rp3,9 juta untuk mengambil jenazah Ruspin Simbolon, Rp1,3 juta untuk mengambil jenazah Leo Manulang, dan Rp800 ribu untuk mengambil jenazah Satria.


(DEN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA