Pekan Imunisasi MR di Sulsel Dilanjutkan

Andi Aan Pranata    •    Jumat, 30 Nov 2018 19:18 WIB
Imunisasi Measles Rubella (MR)
Pekan Imunisasi MR di Sulsel Dilanjutkan
Seorang petugas kesehatan menunjukkan vaksin MR dalam pencanangan imunisasi massal MR di Kupang, 1 Agustus 2018, MI - Palce Amalo

Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencanangkan Pekan Imunisasi Measles Rubella (MR) untuk 24 kabupaten/kota pada 1 sampai 7 Desember 2018. Program ini bertujuan untuk percepatan Sulsel bebas campak dan rubella, melanjutkan kampanye nasional yang digelar sejak 1 Agustus hingga 20 November lalu.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, pada kampanye nasional lalu imunisasi MR menargetkan 2,3 juta anak yang berusia sembilan bulan hingga 15 tahun. Namun hingga masa kampanye berakhir, hanya 75,86 persen sasaran tercapai. Adapun dari 24 kabupaten/kota, baru empat daerah di antaranya yang memenuhi target minimal 95 persen.

“Masa perpanjangan berikutnya hingga akhir Desember 2018, masih terdapat kurang lebih anak yang belum mendapatkan haknya untuk imunisasi MR,” kata Nurdin pada pencanangan Pekan Imunisasi MR tingkat Provinsi Sulsel di Makassar, Jumat 30 November.

Nurdin menjelaskan, upaya menghilangkan penyakit campak dan rubella bisa diwujudkan dengan memenuhi cakupan imunisasi yang merata di setiap daerah. Jika target minimal 95 persen tercapai, maka akan terbentuk kekebalan komunitas yang bisa mengendalikan penyakit maupun risiko penularannya. Sebaliknya, cakupan yang rendah membuat banyak akan tidak memiliki kekebalan dan rentan sakit, cacat, hingga mati.

Menurut Nurdin, pada masa kampanye nasional lalu, capaian imunisasi MR terbilang rendah karena beberapa tantangan. Antara lain, penolakan sebagian orang tua, guru, dan tokoh masyarakat karena kurang paham terhadap kandungan vaksin. Selain itu vaksinasi juga diikuti maraknya berita bohong atau hoaks di media sosial soal kejadian negatif pasca imunisasi yang belum terbukti.

“Tantangan lain, lemahnya keterlibatan sektor lain. Dalam hal ini kampanye Imunisasi MR masih dianggap tugas dan kewajiban sektor kesehatan saja,” ujar Nurdin.

Pemprov Sulsel, kata Nurdin, meminta kepada setiap kabupaten/kota agar menggelar percepatan pencapaian target Imunisasi MR selama masa kampanye lanjutan. Beberapa langkah mesti ditempuh untuk memastikan hak anak mendapatkan akses layanan imunisasi secara merata.

"Kalau semua unsur ikut bekerja melakukan gerakan percepatan imunisasi MR, tidak ada kesulitan bagi kita. Kita ajak semua elemen untuk berpartisipasi. Misalnya, satu PNS bawa dua anak. Mari kita coba galakkan, fase kedua masih ada waktu sampai Desember,” Nurdin mengatakan.


(RRN)