20 Tahun Jalur Maut Menghantui Warga Manggarai Timur

Silvester Elvis Yunani    •    Selasa, 18 Apr 2017 15:09 WIB
jalan rusak
20 Tahun Jalur Maut Menghantui Warga Manggarai Timur
Kondisi jalur maut di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur -- MTVN/Silvester Elvis Yunani

Metrotvnews.com, Labuan Bajo: Selama 20 tahun warga di Kabupaten Manggarai Timur merasa tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sudah puluhan tahun, mereka harus rela melintas di jalur maut karena kerusakan jalan yang sangat parah.

Jalan Provinsi yang menghubungkan Kota Komba, Elar, Elar Selatan, dan Kota Borong di Manggarai Timur sudah rusah sejak awal 1990. Jalan berlubang sepanjang 30 kilometer.

"Sejak awal tahun 90-an, kondisi jalur ini sudah mulai rusak. Awalnya aspal mulai pecah," kata Martinus, warga Desa Pan Waru, Kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 18 April 2017.

Menurut Martinus, kondisi jalan yang rusak sangat berdampak pada mobilitas warga. Apalagi saat musim hujan, warga tidak berani melintas karena takut terjadi kecelakaan.

"Kondisi jalan seperti ini membuat kami sangat susah mengakses kota kabupaten. Kalau musim hujan, lalu lintas akan lumpuh karena kondisinya makin terpuruk," jelasnya.


Kondisi jalur maut di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur -- MTVN/Silvester Elvis Yunani

Anggota DPRD Provinsi NTT Bonifasius Jebarus mengatakan, tahun ini ada anggaran Rp9,3 miliar untuk perbaikan Jalan. Dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

"Urusan teknis terkait itu pasti dipahami oleh PU," ujar Jebarus.

Politikus Demokrat dari dapil Manggarai Raya ini berharap, pernaikan jalur maut di Manggarai Timur segera dilakukan.


(NIN)