Dari Pasar Pramuka Jakarta, PCC Didistribusi Hingga Papua

Andi Aan Pranata    •    Sabtu, 16 Sep 2017 14:59 WIB
obat berbahaya
Dari Pasar Pramuka Jakarta, PCC Didistribusi Hingga Papua
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar menyita 29 ribu butir obat jenis PCC (paracetamol caffein carisoprodol) dari sebuah distributor obat di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 15 September 2017. Foto: MTVN/Andi Aan Pranata

Metrotvnews.com, Makassar: Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) menyita 29 ribu butir pil PCC (paracetamol caffein carisoprodol) dari gudang distributor obat di Makassar, Sulawesi Selatan. Obat tersebut dijual salah satu perusahaan pedagang besar farmasi (PBF) yang terdaftar di Kementerian Kesehatan.

"Menurut pengakuan pemilik gudang, barang seperti ini sudah sering diperjual belikan," kata Kepala BB POM Makassar Muhammad Guntur pada konferensi pers di Makassar, Sabtu 16 September 2017.

Guntur mengungkapkan, saat petugas menggerebek gudang penyimpanan, pil PCC sedang dikemas di dalam kardus. Berdasarkan pengakuan pemilik, barang siap dikirimkan ke sejumlah daerah di kawasan timur Indonesia.

(Klik juga: Puluhan Ribu Pil PCC Ditemukan di Makassar)

Dia mengaku barang diperoleh dari oknum di Pasar Pramuka, Jakarta. "Umumnya disalurkan untuk kalangan apotek. Jangan sampai Makassar dijadikan objek transit," ujar Guntur.

(Baca: Pil PCC Mengandung Karisoprodol yang Izin Edarnya Ditarik 2013)

Guntur memastikan pil PCC yang disita sebagai obat terlarang. Obat jenis itu dinyatakan ilegal sejak tahun 2013. Sebelumnya obat bermanfaat sebagai analgetik seperti halnya somadril, tramadol, dan karnoten. Namun, akhirnya dilarang karena banyak disalahgunakan sehingga banyak memakan korban.

Peredaran PCC, Guntur menambahkan, melanggar Pasal 196 dan 197 Undang-undang 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pelaku terancam hukuman penjara 15 tahun. POM berencana bekerja sama dengan kepolisian dan BNN untuk menjerat pelaku.

 


(SUR)