Dana Desa di Halmahera Barat Diprioritaskan Membangun Embung

   •    Minggu, 16 Apr 2017 21:03 WIB
dana desa
Dana Desa di Halmahera Barat Diprioritaskan Membangun Embung
Ilustrasi. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Halmahera Barat: Pembuatan embung menjadi cara efektif menampung air untuk lahan pertanian. Menyadari hal ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mendorong ratusan desa di Halmahera Barat mengalokasikan dana desa untuk membuat embung.

"Embung merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam membangun desa," kata Eko di sela-sela peletakan batu pertama pembuatan embung di Desa Sidodadi, Kecamatan Sahu Timur, Halmahera Barat, seperti dalam keterangan tertulis, Minggu 16 April 2017.

Eko berharap keberadaan embung di Sidodadi bisa mengairi lahan pertanian seluas 15 hektare. “Lokasi ini jadi titik awal. Pemerintah kabupaten juga sudah berkomitmen membangun 100 embung lainnya. Begitu dana desa turun, mudah-mudahan sebanyak 179 desa di sini bisa membuat embung," ujar dia.

Eko berharap keberadaan embung dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian unggulan di Halmahera Barat, seperti jagung, padi, dan sayur-sayuran yang meliputi tomat, cabai, dan bawang merah. “Keberadaan embung diharapkan bisa membuat produksi jagung meningkat dua kali lipat,” ujarnya.

Eko mengajak peran serta BUMN seperti BRI, BNI, dan Bulog, maupun pengusaha dan para pemangku kepentingan lain. Keikutsertaan itu, kata dia, merupakan bentuk sinergi untuk mendorong pembangunan desa agar terintegrasi secara vertikal. "Dengan demikian, pendapatan masyarakat pun dapat meningkat signifikan." 

Bupati Halmahera Barat, Danny Missy, menargetkan pembangunan embung Sidodadi seluas 30 x 30 x 2,5 meter dengan kapasitas penampung air 2.250 meter kubik. Pembangunannya ditarget tiga bulan. 

"Embung Sidodadi merupakan tahap awal dari program 100 embung yang akan dapat mengairi 400 hektare lahan produktif di Halmahera Barat," kata dia. 

Danny meminta setiap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Halmahera Barat untuk membuat embung di desanya. “Kami sudah menetapkan 10 prukades (produk unggulan kawasan perdesaan). Jagung menjadi produk utama selain padi dan cengkeh. Saat musim panen tiba, produksi jagung bisa mencapai 100 ribu ton. Sekali panen, total Rp300 miliar langsung diterima masyarakat petani,” ujarnya.

Danny menambahkan, para petani tak perlu memusingkan pasar dari hasil tanam mereka. Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini adalah mengoptimalkan produksi 20.000 hektare lahan jagung di wilayahnya.

“Kami sudah membuat komitmen Segitiga Emas. Jadi, produk yang dihasilkan masyarakat Halmahera Barat akan diambil oleh Ternate dan Tidore. Hingga 2021 mendatang, pemerintah ingin mengentaskan status desa tertinggal yang ada di daerah ini,” ujarnya.



(UWA)