Tarif Masuk ke Taman Nasional Komodo Dinaikkan

Palce Amalo    •    Rabu, 12 Dec 2018 08:52 WIB
lingkungankomodosatwa langka
Tarif Masuk ke Taman Nasional Komodo Dinaikkan
Wisatawan melihat satwa Komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Rinca, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.

Kupang: Kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menaikkan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK) menjadi USD500 per orang dinilai realistis dan mendapat persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Menteri LHK Siti Nurbaya juga setuju bila NTT ikut mengelola taman nasional di Kabupaten Manggara Barat tersebut. Persetujuan Menteri Siti Nurbaya itu disampaikan kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

"Secara teknis akan dikerjakan oleh tim, tapi angkanya tidak beda jauh dari keinginan pemerintah NTT. Walaupun kewenangan pengelolaan Taman Nasional Komodo di pemerintah pusat, gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah juga harus berperan," ungkap Viktor Laiskodat seusai menghadiri Talkshow Collaborative Destination Development(CDD) bertema Explore the amazing destination at East Nusa Tenggara, di Kupang, Selasa, 11 Desember 2018.

Penaikan tarif juga dimaksudkan untuk melindungi satwa purba itu dari ancaman kepunahan dengan membangun kembali kawasan hutan, menyediakan jejaring makan yang cukup seperti rusa, kerbau, kambing, dan babi, serta membangun kembali koral yang rusak.

Viktor menambahkan, jika pengunjung ke TN Komodo seperti saat ini mencapai 100 ribu orang, bakal terkumpul uang sebanyak USD50 juta yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan konservasi dan perlindungan terhadap habitat komodo.

Dengan membayar sebesar itu sekali masuk, pengunjung atau wisatawan tidak hanya menikmati satwa komodo, tetapi juga destinasi lainya seperti Pulau Padar dan Pink Beach serta berbagai atraksi yang telah disiapkan.

Menurut politikus Partai NasDem itu, tarif masuk TN Komodo masih jauh lebih murah ketimbang tarif masuk ke destinasi wisata Bhutan, destinasi wisata di pegunungan Himalaya yang mencapai USD2.500. Adapun komodo merupakan satwa purba dan langka di dunia.

Dengan membayar USD500, pengunjung juga peduli membangun habitat komodo dengan baik.

Untuk diketahui, komodo merupakan hewan purba yang hidup di habitatnya itu sejak 800 ribu tahun silam dan bertahan sampai jutaan tahun.


(ALB)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA