Kekeringan di NTT Meluas

Antara    •    Senin, 02 Jul 2018 11:43 WIB
kekeringan
Kekeringan di NTT Meluas
ilustrasi Medcom.id

Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kupang mencatat jumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang mengalami kekeringan ekstrem semakin meluas hingga akhir Juni 2018.

"Awalnya hanya ada empat kabupaten yang mengalami kekeringan ekstrem, saat ini sudah bertambah tujuh kabaputen," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kupang Apolonarius Geru di Kupang, Senin, 2 Juli 2018.

Apolonarius mengatakan, pada awalnya hanya empat kabupaten saja yang teridentifikasi mengalami kemarau ekstrem yakni Kabupaten Lembata, Sumba Timur, Rote Ndao dan Nagekeo.

Namun saat ini sudah ada tujuh kabupaten yakni, Kabupaten Belu, Kupang, Ende, Sikka, Sumba Barat, Manggarai Timur, dan Kota  Kupang.

"Namun walaupun terhitung ada di sejumlah kabupaten itu, tetapi hanya ada di beberapa daerah dalam kabupaten yang disebutkan itu, seperti di Sumba Timur yakni di Kawanggu, waingapu, Melolo dan beberapa daerah lainnya. Ada juga di Kabupaten Manggarai Timur yakni di Lembaleda," tambahnya.
 
Meski begitu sambung Apolonarius, pada dasarnya hujan masih sering terjadi di beberapa daerah seperti Manggarai, namun intensitas jumlah hujannya hanya berkisar dari 0 hingga 50 milimeter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur, Tini Tadeus, mengatakan, bahwa hingga saat ini data kawasan yang mengalami kekeringan esktrem didapatkan dari pihak BMKG.

"Sejauh ini data kami dapatkan dari pihak BMKG. Kalaupun dari BMKG
berbicara saat ini jumlahnya sudah meluas, kami berharap daerah-daerah itu
segera mengirimkan proposalnya untuk pencarian anggaran, karena memang saat ini selalu ada anggaran yang sudah disiapkan," tambahnya.



(ALB)