Buruh Diimbau Responsif terhadap Perkembangan Teknologi Industri

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 15 Mar 2019 19:22 WIB
berita kemenaker
Buruh Diimbau Responsif terhadap Perkembangan Teknologi Industri
Menaker Hanif Dhakiri saat membuka Rakerwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sumut 2019. (Foto: Dok. Kemenaker)

Medan: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengingatkan Serikat Buruh (SB)/Serikat Pekerja (SP) untuk merespons perkembangan atau perubahan dunia industri yang selalu dinamis. 

Perkembangan teknologi industri yang masif diyakini akan mengubah industri, karakter pekerjaan, serta tuntutan skill terhadap dunia kerja.

"Perubahan teknologi ini bukan untuk menakut-nakuti tapi mengingatkan suka atau tidak suka, perubahan ini pasti akan terjadi. Sekarang ini perubahan sedang berjalan, karena itu sangat penting SP/SB untuk merespons perubahan ini agar tetap survive, " ujar Hanif, saat membuka Rakerwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sumut 2019, bertema Mendorong Persaingan Dunia Usaha yang Sehat dengan Mengedepankan Dialog Sosial di Medan, Sumatera Utara, Jumat, 15 Maret 2019.

Respons proaktif SB/SP dibutuhkan dalam menghadapi tantangan perubahan karakter pekerjaan akibat kemajuan teknologi.
Dewasa ini, perubahan karakter pekerjaan terjadi begitu cepat. Pekerjaan cepat berubah karena pengaruh perkembangan teknologi, seperti penggunaan mesin dan robotisasi. 

"Ini harus direspons juga secara cepat oleh pemerintah, dunia usaha, dan tentu saja oleh serikat pekerja,” kata Hanif.

Menurut Hanif, perubahan industri yang terjadi di luar banyak yang diarahkan untuk perkembangan teknologi informasi yang masif. Pada akhirnya akan memengaruhi hubungan industrial.

Hanif ingin SB/SP tetap eksis dalam menghadapi perubahan teknologi, sekaligus tantangan ketenagakerjaan pada era industri 4.0. Selain itu, SB/SP juga harus memiliki peran dan manfaat bagi para pekerja.

Tapi dengan catatan, SB/SB juga harus berubah dan harus bisa merefleksikan di tengah perubahan yang sangat cepat dan massif.

"Jika tidak, serikat buruh akan ketinggalan zaman dan menjadi tidak relevan dengan perubahan," katanya.



(ROS)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA