KPU Sulsel Tetapkan DPT Pemilu 2019 Sebanyak 5,9 Juta Jiwa

ant    •    Jumat, 14 Sep 2018 16:50 WIB
pilegpilpres 2019
KPU Sulsel Tetapkan DPT Pemilu 2019 Sebanyak 5,9 Juta Jiwa
ilustrasi Medcom.id

Makassar: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Presiden pada 2019.

"DPT untuk Pilpres sebanyak 9.984,852 juta pemilih. Data ini akan dikirimkan ke KPU Pusat untuk ditindaklanjuti dimasukkan dalam data nasional," ujar Ketua KPU Misnah Attas usai rapat pleno terbuka penetapan DPT Pilpres di hotel Continent Makassar, Jumat, 14 September 2018. 

Jumlah tersebut, kata dia, merupakan data final dari validasi data di 21 kabupaten kota se-Sulsel yang sudah di verifikasi faktual termasuk jumlah pemilih ganda dan meninggal dunia serta pindah domisili.

"Data ini sudah final dan semuanya baik ganda, pemilih pindah domisili serta meninggal telah dikeluarkan," ujar Misnah.

Selain itu dilakukan perbaikan-perbaikan data penduduk sebelumnya dikeluarkan tapi memenuhi syarat maka dimasukkan kembali, sehingga ada kenaikan 12 ribuan pada DPT sebelumnya.

Menurutnya, untuk data DPT tambahan tentu nanti dilihat apakah ada penambahan khusus mengingat masih ada penduduk yang belum melakukan perekaman KTP elektronik yang masuk dalam Daftar Pemilih Khusus atau DPK. 

Berdasarkan data hasil penetapan jumlah DPT tersebut dengan rincian yakni pemilih perempuan sebanyak 3.068,779 juta, pemilih laki-laki sebanyak 2.898,073 juta orang dengan total 5.984,582 juta pemilih.  Sementara untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sulsel tersebar di 24 kabupaten kota sebanyak 26.319 ribu unit TPS,  dengan jumlah kelurahan dan desa 3.047, tersebar di 307 kecamatan. 

Komisioner Bawaslu Sulsel, Amrayadi pada kesempatan itu mengatakan sebelum penetapan DPT tersebut awalnya berlangsung alot mengingat ada perbedaan data di tiga kabupaten yaki Maros, Luwu Timur dan Luwu Utara.  Namun setelah diperbaiki data dari KPU setempat akhirnya ditetapkan.

"Tadinya ada 7.000 pemilih yang dianggap tidak memenuhi syarat, seperti ganda, pindah berdomisili dan lainnya. Tapi setelah dilakukan pencermatan maka dikeluarkan dari data. Kami berharap hasil dari DPT ini bisa menjadi awal terciptanya pemilu bersih, jujur dan adil,"
katanya.


(ALB)