Ratusan Reptil Asal Indonesia Diekspor Ke Hongkong

Hendrik Simorangkir    •    Sabtu, 09 Jun 2018 16:31 WIB
Ratusan Reptil Asal Indonesia Diekspor Ke Hongkong
Ratusan reptil yang berasal dari kawasan Sumatera dan Indonesia Timur diekspor Badan Karantina Pertanian pada Kementerian Pertanian menuju Hongkong dan Amerika.

Tangerang: Ratusan reptil berasal dari Sumatera dan Indonesia Timur diekspor Badan Karantina Pertanian pada Kementerian Pertanian menuju Hongkong dan Amerika. Terdapat 500 reptil yang akan diekspor dengan berbagai jenis diantaranya ular, tokek, kura-kura dan juga kadal yang nantinya akan dibudidayakan menjadi binatang hias di negara tersebut.

Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini mengatakan, dalam pengeksporan tersebut, reptil asal Indonesia memang sudah dikagumi lantaran tampilan fisiknya yang unik dan lucu. Dalam pengiriman tersebut, ratusan reptil diperiksa di instalasi karantina sebelum dikemas.

"Pemeriksaan kesehatan ini sangat perlu agar, binatang ini tidak menularkan penyakit yang berbahaya seperti meningitis. Ditambah juga proses perawatan yang baik dan diserta dengan sertifikat kesehatan," ujar Banun Sabtu, 9 Juni 2018.

Tak hanya ratusan reptil yang diekspor, Banun menjelaskan, sejumlah komoditas petani Indonesia juga diekspor. Ekspor dilakukan untuk meningkatkan daya saing pertanian Indonesia diluar negeri. Untuk komoditas yang diminati negara-negara luar lebih pada hasil rempah-rempah.

"Kemarin sudah dilakukan ekspor serentak dan beberapa komoditas Indonesia seperti rempah-rempah sangat diminati dengan rincian kami cengkeh 100 kilogram (kg), lada biji 100 kg, kayu manis 100 kg dengan negara tujuan Saudi Arabia," jelas Banun.

Saat ini kata Banun, ekspor produk pertanian mengalami akselerasi dari tahun ke tahun, yang menunjukkan tren positif pada setiap periodenya. Badan Pusat Statistik menyebutkan nilai eskpor pertanian Indonesia di tahun 2017 mencapai USS 33,1 miliar atau naik 24 persen dibandingkan ekspor tahun 2016 sebesar US$ 26,7 miliar.

"Negara teratas penerima ekspor pertanian Indonesia ini seperti, Cina, Amerika, Jepang, Pakistan dan India harus terus kita jaga dalam meningkatkan nilai ekspor kita," pungkasnya.

(ALB)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

17 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA