Beras Impor Disebut Tidak Laku di Sulut

Mulyadi Pontororing    •    Jumat, 26 Jan 2018 15:04 WIB
berasimpor berasberas impor
Beras Impor Disebut Tidak Laku di Sulut
Ilustrasi. ANT/Rivan Awal Lingga.

Manado: Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey memastikan kebijakan impor beras tidak akan berpengaruh di Sulawesi Utara. Sebab kata Olly, beras impor tidak laku di wilayahnya.

Ollly mengklaim, hal tersebut lantaran stok beras di Sulut aman dan memiliki rasa enak yang cocok dengan selera masyarakat Sulut, dibandingkan dengan beras impor.

“Saya sudah tanya ke pedagang soal itu (beras impor), mereka bilang tidak perlu, karena tidak laku, rasa beras kita lebih enak dan stok kita masih aman,” ungkap Olly di Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus, Manado.

Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan, terjaganya stok beras di Sulut juga tak lepas dari peran penting pihak TNI dalam program cetak sawah yang dianggap sukses. Program akan tertap dilaksanakan karena beberapa program beberapa waktu lalu tidak sempat belum capai target

"Semisal di Sangihe dari 750 hektare yang diminta bupati, yang tercetak hanya di kisaran 100 hektare. Sisanya itu akan kita laksanakan di Bolaang Mongondouw hingga stok kita di Sulut benar-benar aman,” kata dia.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) memutuskan melakukan impor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand pada akhir Januari. Pembukaan keran impor beras dilakukan untuk menutup kekurangan pasokan beras sekaligus menjaga lonjakan harga beras di pasaran.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita tidak ingin mengambil risiko atas minimnya pasokan beras khusus dalam negeri.

"Kita impor beras khusus 500 ribu ton dari berbagai negara, seperti Vietnam dan Thailand," kata Enggar dalam sebuah jumpa pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis malam, 11 Januari 2018.

Enggar menuturkan, beras yang bakal diimpor adalah beras kualitas khusus yang tidak sama dengan IR64 atau yang tidak diproduksi dalam negeri. Jenis beras tersebut memiliki spesifikasi bulir patah di bawah lima persen.

"Kualitasnya bukan masuk kategori IR64 seperti beras yasmin, kadar pecah di bawah lima persen," imbuh Mendag.



(ALB)

KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Novanto

KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Novanto

1 day Ago

Saat ini proses persidangan masih fokus pada penyelesaian perkara korupsi KTP elektronik yang d…

BERITA LAINNYA