Paslon Pilkada Kalbar Pikat Warga dengan Program Infrastruktur

Agung Widura    •    Selasa, 13 Mar 2018 15:05 WIB
pilkada serentakpilkada 2018pilgub kalbar 2018
Paslon Pilkada Kalbar Pikat Warga dengan Program Infrastruktur
Cawagub Suryadmam Gidot Nomor Urut 3 Saat Kunjungi Pasar Pagi Kabupaten Sambas. Foto: Medcom.id/Agung Widura

Pontianak: Suasana salah satu pasar pagi di Sambas, Kalimantan Barat, tampak berbeda dari hari biasanya. Pasar yang terletak berdekatan dengan Sungai Sambas didatangi dikunjungi oleh Calon Wakil Gubernur (cawagub) Kalbar Suryadman Gidot.

Gidot didampingi istri dan rombongan tim suksesnya untuk berkampanye. Calon nomor urut 2 yang berpasangan dengan Karolin Margret Natasa ini berdialog bersama pedagang.

Pedagang tampak tak sungkan menyapa Bupati Bengkayang dua periode tersebut. Pedagang menyampaikan keluhan dan harapan jika Karol-Gidot terpilih memimpin Kalbar.

"Mereka menginginkan fasilitas pasar lebih ditingkatkan. Dan mereka ingin pemerintah kabupaten untuk dapat mengawal setiap kebijakan yang dikhawatirkan dapat merugikan pedagang. Pedagang ingin pemerintah memproteksi,” ujar Gidot, Selasa, 13 Maret 2018.

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 3, Sutarmidji-Ria Norsan melakukan safari kampanye bersama di Melawi. Tepatnya di Desa Nanga Pintas, Kecamatan Pinoh Selatan. Mereka blusukan ke pemukiman warga.

Pasangan ini ingin  membawa perubahan untuk Kalbar. Terutama menyejahterakan masyarakat melalui pemerataan pembangunan.

Warga pun mengakui jika mereka tak hanya membutuhkan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Warga berharap pemerintah akses telepon dan internet yang selama ini belum merata.

Sutarmidji dan Ria Norsan mengakui belum banyak puskesmas dan penyebaran pendidikan di Melawi. Infrastruktur juga belum  maksimal.

"Insyaallah, jika Midji-Norsan terpilih, maka ketiga program tersebut akan diwujudkan," ujar keduanya.

Midji-Norsan juga memiliki program pembangunan Pelabuhan Samudera yang berada di Mempawah. Jika terwujud, masyarakat Kalbar secara luas akan mendapat dampak positif. Distribusi lebih cepat dan pemerataan lebih mudah dilakukan.

"Jangan sampai Kalbar sebagai penghasil minyak sawit terbesar di Indonesia tapi yang terima pajaknya orang lain," tegas Sutarmidji.

 


(SUR)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

2 days Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA