Menteri ESDM Dijadwalkan Resmikan Proyek Jangkrik

Antara    •    Selasa, 21 Mar 2017 09:45 WIB
lapangan jangkrik
Menteri ESDM Dijadwalkan Resmikan Proyek Jangkrik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan -- ANT/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Karimun: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan hari ini dijadwalkan meresmikan proyek anjungan lepas pantai untuk lapangan gas Jangkrik yang dikerjakan PT Saipem Indonesia Karimun Branch di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

"Ini merupakan momentum untuk mengejar proyek-proyek lain, seperti Blok Masela, agar dikerjakan di Karimun, khususnya di Saipem," kata Bupati Karimun Aunur Rafiq di Tanjung Balai Karimun, Selasa, 21 Maret 2017.

Aunur menjelaskan, proyek Jangkrik adalah salah satu proyek pengeboran gas terbesar lepas pantai terbesar yang berlokasi di Muara Bakau, Selat Malaka. Tepatnya, sekitar 100 kilometer dari Kalimantan Timur.

Proyek Jangkrik bernilai sekitar USD4,2 miliar atau lebih dari Rp40 triliun, dengan bobot sekitar 400 ton, panjang 200 meter, lebar 46 meter dan tinggi 15 meter. Proyek anjungan gas lepas pantai itu telah dipindahkan ke kapal atau fasilitas unit produksi terapung (Floating Production Unit/FPU) di dermaga pada area perusahaan Saipem Indonesia Karimun Yard di Meral Barat, Kabupaten Karimun.

"Proyek Jangkrik mempekerjakan sekitar 12.000 tenaga kerja. Dan saat ini, jumlah tenaga kerja kontrak di perusahaan itu dikurangi seiring akan berakhirnya pengerjaan proyek tersebut," kata Aunur.

Menurut Aunur, pemerintah daerah sangat mendorong agar PT Saipem kembali mendapatkan proyek-proyek besar karena akan memberikan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja dalam negeri. "Inilah yang kita harapkan, dengan kunjungan Menteri ESDM untuk meresmikan proyek itu. Bisa melihat langsung bagaimana Saipem, perusahaan pertama dan terbesar di Kawasan Perdagangan Bebas Karimun memberikan kontribusi positif terhadap lapangan pekerjaan, dan dampak turunan lainnya," tuturnya.

Berdasarkan informasi, proyek lapangan Jangkrik adalah pesanan perusahaan migas asal Italia, Eni Muara Bakau BV selaku operator lapangan gas Jangkrik. Proyek tersebut dilelang SKK Migas yang dimenangi perusahaan konsorsium PT Saipem Indonesia, PT Tripatra Engineers and Constructors, PT Chiyoda International Indonesia, dan Hyundai Heavy Industries Co Ltd sebagai pemenang lelang rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi (Engineering, Procurement, Construction, Installation/EPCI) untuk dua lapangan gas di Muara Bakau.


(NIN)