Jelang Natal dan Tahun Baru 2019

Pasokan Cukup dan Harga Pangan Stabil di Kalbar

M Studio    •    Rabu, 12 Dec 2018 12:29 WIB
berita kementan
Pasokan Cukup dan Harga Pangan Stabil di Kalbar
BKP Kementan menggelar rakor pengamanan stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru 2019, di aula pertemuan Bank Indonesia, Kota Pontianak, Selasa, 11 Desember 2018 (Foto:Dok.Kementan)

Jakarta: Ketersediaan pangan pokok dan strategis secara nasional cukup dan aman, kecuali untuk komoditas daging sapi dan bawang putih yang masih defisit.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Risfaheri, yang mewakili Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) pada rapat koordinasi (rakor) pengamanan stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2019, di aula pertemuan Bank Indonesia, Kota Pontianak, Selasa, 11 Desember 2018.

Rakor digelar bersama jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Bulog Divre Kalimantan Barat, serta Satgas Pangan Polda Kalimantan Barat.

"Ketersediaan produksi nasional kita cukup, bahkan surplus. Khusus daging sapi dan bawang putih sebagian memang masih dipenuhi dari impor. Untuk memenuhi HBKN Natal dan Tahun Baru ini, pemerintah jauh-jauh hari sudah mempersiapkan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," kata Risfaheri.

Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan yang memandu Rakor mengatakan, ketersediaan bahan pangan menjelang HBKN Natal dan tahun baru aman dan cukup, meski sebagian produksi belum memenuhi kebutuhan penduduk. 

"Berdasarkan prognosa pangan kita, ketersediaan beras dan cabai rawit surplus. Sedangkan, komoditas lain masih defisit. Namun demikian, pemerintah daerah sudah mengantisipasi dengan kelancaran pasokan dan distribusi bahan pangan dari daerah lain. Selain itu stok bahan pangan di Bulog juga aman dan cukup," kata Abdul Manaf.

Berdasarkan catatan Dinas Perdagangan, inflasi sepanjang tahun 2018 terjaga dengan baik, bahkan terbaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dinas Perdagangan akan lebih intensif menjaga inflasi hingga akhir 2018 dan awal tahun 2019. 

"Pada 2018, inflasi  terjaga dengan baik. Bahkan yang menggembirakan, penyumbang inflasi tertinggi bukan komoditas bahan pangan, melainkan transportasi. Makanan jadi terkoreksi hanya memberikan andil inflasi 0.06 persen, bahkan dalam bulan tertentu justru deflasi," ujar Budi, mewakili Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat.

Hal lain yang menggembirakan adalah kondisi ketersediaan dan stok gula dan minyak goreng di Bulog aman dan berlebih. Hal ini mendorong harga komoditas tersebut jauh di bawah harge eceran tertinggi (HET).

"HET gula pasir lokal Rp12.500/kg, tapi harga di pasar hanya Rp10.500/kg. Ini disebabkan stok banyak sehingga harga bisa murah. Sampai saat ini, kami sudah menyalurkan 21 ribu ton gula ke pasar, yang sedang dalam proses penyaluran 4 ribu ton, dan akan ada tambahan 3 ribu ton sampai akhir tahun," kata Kadivre Bulog Kalimantan Barat Sabaruddin.

Peran Satgas Pangan pun sangat membantu tingkat stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Kalimantan Barat. Kasubdit Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat Sardo Sibarani yang mewakili Kasatgas Pangan memaparkan banyak peran satgas pangan dari tingkat polda hingga polsek.

"Jajaran kami dari polda sampai polsek secara rutin setiap hari memantau ketersediaan dan harga pangan pokok dan strategis. Kami juga melakukan tindakan preventif sampai represif agar kondisi pasokan dan harga pangan terjaga dan stabil," kata Sibarani.

Dengan koordinasi dan komunikasi yang intensif antara stakeholder terkait, baik pusat dan daerah, Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat optimistis bahwa pasokan dan harga bahan pangan menjelang, selama, dan pasca HBKN Natal dan tahun baru 2019 aman dan terkendali.


(ROS)