KLHK Dorong Freeport Indonesia Mengelola Limbah

Kautsar Widya Prabowo    •    Rabu, 09 Jan 2019 23:00 WIB
freeportKementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
KLHK Dorong Freeport Indonesia Mengelola Limbah
Freeport Indonesia. Dok: AFP.

Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) mendorong pemanfaatan limbah tailing atau limbah murni yang tertinggal di air kepada PT Freeport Indonesia (PTFI). Saat dibiarkan, kehadiran limbah akan berujung pencemaran lingkungan.

Inspektur Jenderal KLHK Ilyas Assad menjelaskan PTFI sebelumnya sudah mulai memanfaatkan limbah tersebut, tetapi masih dengan skala yang kecil. Limbah tambang, kata dia, pemanfatannya sudah bisa digunakan untuk pembangunan jalan dan batako.

"Sekarang kita ingin supaya skalanya lebih luas," ujarnya di Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu 9 Januari 2019.

Baca: KLHK: Izin Amdal Freeport Telah Ada Sejak 1997

Ia meminta untuk ada kajian secara mendalam dahulu terkait dengan potensi wilayah Papua. Hal tersebut dimaksudkan agar pemanfaatan limbah bisa lebih maksimal. 

"Sebenarnya sudah ada (kajian) cuman yang kita pentingkan pertama eskalasinya jumlahnya, kedua pengembangan wilayah," imbuhnya.

Baca: Penerimaan Negara dari Freeport Diupayakan Lebih Besar

Pihaknya berharap dengan pemanfaatan limbah tailing dengan bijak dapat mengurangi produksi limbah setiap harinya mencapai ratusan ribu ton. Terlebih jenis limbah tersebut kerap dibuang pada lokasi yang tidak sesuai.

"Satu hari (menghasilkan limbah tailing) 160 ribu ton, dibuang ke sungai," pungkasnya.


(UWA)