Pemprov Banten Tunggu Penetapan Lokasi Hunian Tetap

Antara    •    Senin, 14 Jan 2019 18:19 WIB
Tsunami di Selat Sunda
Pemprov Banten Tunggu Penetapan Lokasi Hunian Tetap
Penyintas tsunami Selat Sunda, Fatarai (63) berada di sisa bangunan rumahnya yang rusak diterjang tsunami di Sumur, Pandeglang, Banten, Kamis (3/1/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

Serang: Pemerintah Provinsi Banten masih menunggu penetapan lokasi yang akan ditentukan oleh Pemkab Pandeglang untuk membangun hunian tetap bagi korban tsunami. Nantinya akan ada ratusan rumah dibangun di lokasi hunian tetap tersebut.

"Persiapan pembangunan hunian tetap sudah dilaksanakan, hanya menunggu kesiapan lokasi di Kabupaten Pandeglang. Rencana yang dibangun 717 unit rumah," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten, M Yanuar di Serang, Banten, Senin, 14 Januari 2019.

Yanuar menjelaskan, 717 unit rumah yang akan dibangun tersebut akan menggantikan rumah yang rusak berat dan rusak ringan. Pemprov Banten saat ini masih menunggu penetapan lokasi hunian tetap tersebut yang dikeluarkan Pemkab Pandeglang.

Pasca tahap darurat bencana tsunami yang menerjang wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, Pemerintah Provinsi Banten fokus untuk melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi bangunan rumah warga yang rusak akibat tsunami tersebut.

Sebelumnya Sekretaris Tim Penanggulangan Bencana Tsunami Selat Sunda, Sekretariat Pendopo Gubernur Banten Muhtarom menyatakan, setelah memimpin rapat koordinasi pada 3 Januari 2019, Gubernur Banten Wahidin Halim mulai memfokuskan bantuan pada hunian sementara untuk korban tsunami.

"Pengungsi sudah berangsur-angsur kembali ke rumah, namun bagi korban yang rumahnya mengalami rusak dibuatkan posko tersendiri. Kemudian Pemprov tampil lagi di situ," kata Muhtaro yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten.

Data yang diperoleh Posko Penanggulangan Bencana Sekretariat Pendopo Gubernur Banten, terdapat 1.530 rumah rusak akibat tsunami. Data tersebut meliputi Kecamatan Labuan sebanyak 350 rumah rusak ringan dan 262 rumah rusak berat, Kecamatan Carita sebanyak 5 rumah rusak ringan dan 77 rumah rusak berat, Kecamatan Cigeulis sebanyak 9 rumah rusak ringan dan 24 rumah rusak berat, Kecamatan Panimbang sebanyak 39 rumah rusak ringan dan 49 rumah rusak sedang, 24 rumah rusak berat.

Kemudian di Kecamatan Sukaresmi sebanyak 19 rumah rusak ringan dan 80 rumah rusak berat, Kecamatan Pagelaran sebanyak 14 rumah rusak ringan dan 6 rumah rusak berat, Kecamatan Cimanggu sebanyak 3 rumah rusak berat, dan Kecamatan Sumur sebanyak 23 rumah rusak ringan dan 238 rumah rusak berat.


(DEN)