Pascaputusan MK, Surabaya masih Siaga

Faishol Taselan    •    Jumat, 22 Aug 2014 11:36 WIB
gugatan ke mk
Pascaputusan MK, Surabaya masih Siaga
Ilustrasi--ANTARA/Eric Ireng

Metrotvnews.com, Surabaya: Penjagaan terhadap sejumlah objek vital di Surabaya masih dilakukan aparat keamanan meskipun Mahkamah Konstitusi telah memutuskan hasil pemenang Pilpres 2014.
 
Pada Jumat (22/8/2014), penjagaan masih dilakukan di Gedung Grahadi, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur, dan beberapa kantor partai politik. "Penjagaan masih tetap dilakukan sampai ada perintah dari Kapolri situasi aman, baru semua personel ditarik," kata kapolda Jawa Timur Irjen Pol Unggung Cahyono di Surabaya, Jumat.

Penjagaan dilakukan karena potensi adanya aksi dari kelompok yang tidak puas dengan hasil MK sangat terbuka. Mereka bisa kapan pun turun ke jalan.    Karena itu, penjagaan seperti Gedung Grahadi, KPU Jatim dan Bawaslu Jatim tetap akan dilakukan. Polda dan Kodam V Brawijaya pun tetap bersiaga penuh.

"Kita tidak mau kecolongan. Kondisi Jatim yang kondusif selama pilpres dan sampai keputusan MK harus tetap dijaga," katanya. Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Jatim untuk tetap mempertahankan situasi aman ini sampai nanti pelantikan Presiden dan wakil Presiden.

Selama sidang di Mahkamah Konstitusi, Polda Jawa timur menyiagakan sebanyak 14.120 personelnya. Jumlah ini setara dengan seperempat kekuatan yang dimiliki. "Seluruh Jatim ada seperempat kekuatan yang kita siagakan, di titik-titik rawan kita back-up Brimob dari Polda. Bahkan Kodam V Brawijaya juga membantu sepenuhnya pengamanan," ujarnya.

Menurut Kapolda, beberapa daerah rawan yang di-back up Brimob di antaranya adalah di Sampang, Sumenep, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Situbondo, Madiun, Pacitan, Lamongan, Tuban, serta beberapa kota-kota besar yang ada di Jawa Timur.

 


(PRI)