Polisi Cek Dugaan Tahanan Gagal Kabur karena Tersangkut di Lubang

Raiza Andini    •    Selasa, 20 Jun 2017 15:09 WIB
tahanan kabur
Polisi Cek Dugaan Tahanan Gagal Kabur karena Tersangkut di Lubang
Petugas mengecek lubang yang menjadi tempat empat tahanan kabur dari Lapas Kerobokan, MTVN - Raiza Andini

Metrotvnews.com, Denpasar: Polisi menurunkan anggota untuk mengecek sebuah lubang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Kerobokan, Denpasar, Bali. Diduga masih ada narapidana yang tersangkut dalam lubang dan gagal kabur dari lapas.

Baca: Empat Tahanan Asing Kabur dari Lapas Kerobokan

Kemarin pagi, empat warga asing kabur dari Lapas Kerobokan. Mereka kabur dengan cara melubangi tanah hingga sepanjang 15 meter.

Kapolres Badung AKBP Yudith Satria Hananta mengatakan lubang berdiameter 50 hingga 75 centimeter. Polisi mengecek kondisi lubang.

"Tadi kami sedot dan sudah masuk (ke lubang). Ada dugaan narapidana masih tersangkut di dalam (lubang)," kata Yudith di Lapas Kerobokan, Selasa 20 Juni 2017.

Namun, cuaca tak mendukung pencarian. Sehingga upaya pencarian dihentikan sementara.

Polisi, lanjut Yudith, menggali lubang hingga sedalam lima meter. Polisi hanya menemukan sebuah garpu di dalam lubang.

Dugaan narapidana tersangkut muncul dari pernyataan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali Surung Pasaribu. Lantaran itu, ia meminta petugas untuk mengecek lubang.

"Kita menjaga hal yang tidak diinginkan,mana tahu dia tidak lolos, kita kan utamakan kemanusiaan, mereka tidak lolos ya lubang kita korek dong, mana tau ada di dalam," ujar Surung.

Empat warga asing yang kabur dari dalam Lapas yaitu:
1. Shaun Edward Davidson alias Eddis Lansdole alais Michael John Mayman bin Eddi, 33, asal Australia. Shaun terpidana kasus keimigrasian dan ditahan sejak 5 April 2016.

2. Dimitar Nikolov Illiev alias Kermi, 43, asal Bulgaria. Dimitar merupakan terpidana kasus keimigrasian dan ditahan sejak 13 Juni 2016.

3. Sayed Mohammad Said, 31, asal India. tahanan kasus narkotika ini mulai ditahan 10 September 2015 dengan lama Pidana 14 tahun, dan sisa Pidana 12 tahun, 3 Bulan, 3 hari, penghuni Blok Brdugul.

4. Tee Kok King Bin Tee Kim Sai, 58 asal Malaysia, tahanan kasus narkotika dengan lama pidana 7 tahun, 6 Bulan, sisa pidana 6 tahun, 1 bulan, 5 hari, penghuni Blok Bedugul.


(RRN)