Umrah Tertunda, 70 Jemaah Abu Tours Lapor ke Polda Sulsel

Andi Aan Pranata    •    Kamis, 15 Feb 2018 12:22 WIB
penipuan
Umrah Tertunda, 70 Jemaah Abu Tours Lapor ke Polda Sulsel
Posko pengaduan jemaah umrah Abu Tours

Makassar: Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menerima 70 lebih aduan masyarakat yang merasa dirugikan perusahaan travel umrah Abu Tours. Mereka merupakan calon jemaah yang tertunda keberangkatannya dari jadwal seharusnya, Januari dan Februari 2018.

Aduan tersebut dihimpun dari Pos Aduan di Markas Polda Sulsel, jalan Perintis Kemerdekaan Makassar. Pos sengaja dibuka sejak empat hari lalu untuk menampung aduan masyarakat seputar layanan Abu Tours.

Kepala Pos Pengaduan Abu Tours di Polda Sulsel Kompol Ahmad Mariadi mengatakan, rata-rata pelapor datang dengan bukti pembayaran layanan umrah. Mereka yang melunasi ongkos perjalanan di tahun 2017, dijanjikan berangkat secara bertahap awal tahun ini.

Namun belakangan perusahaan diterpa krisis sehingga jadwal umrah terbengkalai. 

“Mereka yang datang melapor ke kami, ada yang ingin minta uangnya dikembalikan. Ada juga yang ingin tetap diberangkatkan tanpa tambahan biaya,” kata Kompol Ahmad, Kamis 15 Februari 2018.

Polda Sulsel, untuk sementara masih menghimpun laporan dari masyarakat. Laporan akan diproses lebih lanjut jika Abu Tour tidak segera memberangkatkan jemaahnya. Kepolisian dalam hal ini bekerja sama dengan Kementerian Agama.

“Saat ini belum ada tindakan pemeriksaan. Nanti jika dibutuhkan, kami akan menginterogasi pihak Abu Tours. Termasuk jika memang mereka tidak mampu memberangkatkan jemaah, pasti ada proses hukum,” ujar Ahmad.

Polda Sulsel memperkirakan sekitar 16 ribu jemaah umrah Abu Tours yang menunggu jadwal keberangkatan di sepanjang tahun 2017. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Polda berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menghimpun laporan serupa dari derah lain.

CEO Abu Tours, Muh Hamzah Mamba sebelumnya telah mengeluarkan maklumat untuk para jemaah. Dia mengakui perusahaan mengalami kesulitan. Salah satu penyebabnya, kebijakan Kementerian Agama yang menetapkan standar minimal umrah Rp20 juta, sedangkan Abu Tours sebelumnya menerapkan ongkos di bawah itu.

Penyebab lain adalah penetapan pajak progresif 5 persen oleh pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia. Perusahaan pun mesti mengeluarkan biaya tambahan untuk pemberangkatan jemaah.

Agar bisa tetap berangkat umrah, jemaah diminta menambah biaya dengan tiga pilihan paket. Untuk jemaah yang mengajak satu orang jemaah baru, tambahan biayanya lebih ringan.

“Manajemen Abutours tetap berkomitmen untuk memberangkatkan umrah namun hingga kemampuan keuangan manajemen Abutours memungkinkan dilaksanakan,” kata Hamzah.


(ALB)