Sail Selat Karimata 2016 Didorong Ciptakan Ikon Pariwisata Baru

Wanda Indana    •    Sabtu, 15 Oct 2016 07:54 WIB
sail indonesia
Sail Selat Karimata 2016 Didorong Ciptakan Ikon Pariwisata Baru
Wakil Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid. (Foto: Metrotvnews.com/Wanda)

Metrotvnews.com, Sukadana: Perhelatan Sail Selat Karimata 2016 didorong untuk melahirkan ikon destinasi pariwisata baru. Kabupaten Kayong Utara, selaku tuan rumah penyelenggara, terus berbenah untuk menyukseskan acara.

Wakil Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengatakan, gelaran tahunan Sail Selat Karimata tentu akan mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah setempat. Target acara adalah memperkenalkan pariwisata di Kayong Utara kepada dunia.

"Saya berharap karenanya ini bisa dimaksimalkan oleh warga dan juga warga dunia untuk menghadirkan suksesi Sail Karimata," kata Hidayat di Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, Sabtu (15/10/2016).

Hidayat mengakui, butuh promosi yang gencar buat memperkenalkaan pariwisata di Kayong Utara. Karena itu, dibutuhkan kerjasama dan dukungan pemerintah pusat dan daerah.

Akses menuju Kayong Utata masih terbilang sulit. Sukadana, Ibu Kota Kayong Utara, berjarak 152 kilometer dari Pontianak. Dibutuhkan waktu 5 jam perjalanan air dari Pontianak-Sukadana, dan 7 jam untuk perjalanan laut.

"Memajukannya, membangunnya dan mengkomunikasikannya kepada dunia dan bahkan menjadikannya sebagai ikon-ikon pariwisata adalah bagian dari upaya untuk betul-betul mengokohkan seluruh yang terkait dengan NKRI," harap dia.

Tak kalah penting, gelaran Sail Selat Karimata 2016 akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi setempat. Lapangan pekerjaan akan terbuka lebar dan  kesejahteraan masyarakat otomatis meningkat.

Sebagian besar penduduk Kayong Utara adalah petani dan nelayan. Ke depan, sektor pariwisata akan menjadi sumber pendapatan warga dan pemerintah daerah.

"Kita tidak boleh ada satu kawasan yang merasa tidak diperhatikan, merasa dibiarkan menjadi terbelakang karena dari situ bisa menjadi faktor terjadinya disintegrasi. Saya mendukung program dari pemerintah untuk menghadirkan begitu banyak ikon-ikon pariwisata Indonesia karena bisa memajukan daerah," kata Hidayat.

Hidayat berharap, Sail Selat Karimata 2016, tidak menjadi acara seremonial saja. Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan menjadi tugas pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen.

Paling tidak, lanjut Hidayat, pembangunan sarana transportasi darat, air dan sungai harus segera dibangun. Sebab, kekayaan Kayong Utara begitu melimpah dan harus dioptimalkan demi kepentingan negara.

"Transportasi itu terkait dengan bandara, pelabuhan laut, dan jalan beraspal. Tapi menurut saya yang penting adalah bagaimana membuka akses bagi warga di Kayong Utara untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM-nya dan dengan terintegrasikannya sumber daya manusia berkeunggulan dengan sarana dan prasaran transportasi yang baik," tandas dia.

Presiden Joko Widodo akan membuka acara puncak Sail Selat Karimata 2016 di Pulau Datuk. Beberapa menteri Kabinet Kerja juga dijadwalkan hadir, seperti: Menko Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Beragam kegiatan akan dilaksanakan pada acara puncak tersebut, antara lain demo Air Medevac (Evakuasi Medis Udara) oleh TNI AL , sailing pass kapal layar ringan (yacht) yang berasal dari 9 negara, demo terjun bebas (free fall), Heli Bolco yang membawa banner Sail Selat Karimata 2016 serta tari kolosal yang akan dibawakan oleh 1000 pelajar dari Kabupaten Kayong Utara.

Selain itu, ada beragam kegiatan yang dilakukan sebelum dan sesudah acara puncak Sail Selat Karimata di Kabupaten Kayong Utara. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain pameran produk unggulan daerah pesisir, pelayaran Nusantara Jaya, seminar kemaritiman, pelayanan kesehatan, kerja bakti pembersihan lokasi acara puncak oleh sekitar seribu relawan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS).

Penanaman pohon untuk pelestarian plasma nutfah, festival kuliner, kompetisi perahu naga, pembangunan sentra informasi Nelayan, lomba desain tenun khas Kalimantan, pembangunan Masjid Sukadana, dan pembenahan akses jalan di Kabupaten Kayong Utara.


(MEL)