Emil tak Ingin Pilkada Jabar Seperti Pilkada DKI

Damar Iradat    •    Senin, 20 Mar 2017 03:31 WIB
pilkada jabar
Emil tak Ingin Pilkada Jabar Seperti Pilkada DKI
Ridwan Kamil saat berpidato dalam deklarasi dukungan Partai NasDem untuk Pilgub Jabar 2018 di Tegalega, Bandung, Minggu (19/3/2017). (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Pilkada Jawa Barat bakal digelar pada Juni 2018. Namun, kontestasi menuju orang nomor satu di Jawa Barat itu mulai memanas.

Wali Kota Bandung yang bakal maju dalam kontestasi Pilkada Jabar 2018, Ridwan Kamil mengatakan, Pilkada merupakan pendidikan demokrasi. Oleh karena itu, Ridwan ingin, pada Pilkada Jabar nanti seluruh kontestan 'berperang' dengan gagasan.

"Menanglah dengan gagasan, menang dengan karya. Jangan menang dengan menginjak kepala orang, dengan black campaign, menang dengan menjelekan," tegas Ridwan dalam program Prime Time News di Metro TV, Minggu 19 Maret 2017.

Karenanya, pria yang akrab disapa Kang Emil itu berharap, gelaran Pilkada Jabar 2018 nanti bisa lebih baik dari Pilkada DKI Jakarta yang tengah berlangsung. Ia menilai, Pilkada Jakarta kali ini masyarakat terbelah menjadi dua.

"Saya ingin, mohon maaf ya, tidak mau seperti Jakarta lah kalau bisa. Terlalu membelah masyarakat, banyak negatifnya. kalau bisa di Bandung kampanyenya kreatif, happy-happy, jual hal positif, jual inspirasi, jual gagasan. Jadi, yang terbaik yang menang," jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Emil juga mengomentari soal kemungkinan calon lawannya dalam Pilkada Jabar 2018. Nama-nama seperti Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta), Deddy Mizwar (Wakil Gubernur Jabar), dan Netty Heryawan (istri Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan) juga masuk dalam bursa cagub Pilkada Jabar.

Menurut Emil, baik dirinya dan kandidat lain sebetulnya masih belum 100 persen bakal melaju dalam kontestasi Pilkada Jabar. Karena, pasti bakal ada dinamika politik selama satu tahun ke depan.

"Seperti Jakarta kan, ada yang deklarasi, pas pendaftaran beda, kan begitu. jadi, hari ini pun saya gamau ge-er. Kalau ge-er, ternyata pas daftar beda dari yang dideklarasikan, kan jadi baper ya. Saya anti baper. Saya bilang terima kasih, tapi kepastiannya di hari pendaftaraan. Itu baru hitam putih," pungkas dia.



(SCI)