Dana Jemaah ABU Tours Disebut Mengalir ke Pesantren

Andi Aan Pranata    •    Senin, 26 Nov 2018 17:27 WIB
penipuanibadah umrahAbu Tours Travel
Dana Jemaah ABU Tours Disebut Mengalir ke Pesantren
Saksi dalam sidang lanjutan kasus ABU Tours

Makassar: Perusahaan travel haji dan umrah ABU Tours melalui bendera ABU Corporation disebut mengalirkan dana jemaah untuk operasional sekolah pesantren. Itu terungkap dari pengakuan saksi dalam persidangan Direktur Utama ABU Tours Hamzah Mamba sebagai terdakwa kasus penipuan, penggelapan, dan pencucian uang jemaah.

Pada persidangan ke-12 yang digelar di Pengadian Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 26 November 2018, jaksa penuntut umum menghadirkan Rita Novita. Dia merupakan mantan staf keuangan Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikram Gowa, yang didirikan oleh Hamzah Mamba pada tahun 2017. Di hadapan majelis hakim, Rita menceritakan seputar pengelolaan keuangan yayasan pesantren tempatnya pernah bekerja.

“Selain pembayaran (iuran) dari siswa, juga berasal dari ABU Corp,” kata Rita menjawab pertanyaan jaksa mengenai sumber pembiayaan pesantren.

Rita menyebutkan bahwa yayasan pesantren Al-Ikram mulai beroperasi seiring tahun ajaran baru pada Juli 2017. Pada angkatan pertama, yayasan yang menaungi sekolah SD, SMP, dan SMA menampung 140 lebih santri. Dalam praktiknya, para santri disebut membayar iuran melalui rekening bank CEO ABU Tours Hamzah Mamba.

Rita tidak ingat pasti berapa jumlah dana dari ABU Corp yang mengalir ke pesantren Al-Ikram. Namun menurut jaksa, sesuai pengakuan Rita dalam berita acara pemeriksaan penyidik Polda Sulsel, nilainya mencapai Rp415 juta.

Menurut Rita, dana dari ABU Corp ditransfer sesuai besarnya pengajuan yayasan. Dana dicairkan empat kali dalam sebulan, atau sekali dalam seminggu. Dana itu untuk membiayai konsumsi dan operasional yayasan.

“Kalau gaji, tersendiri. Masuk langsung dari HRD ABU Corp, bukan saya yang tangani,” ujar Rita.

Hamzah Mamba yang didudukkan di kursi pesakitan, membantah pengakuan saksi. Dia membenarkan dirinya sebagai pendiri yayasan pesantren, namun bukan sebagai pemiliknya. Adapun uang yang dialirkan bukanlah berasal dari dana jemaah.

“Uang itu merupakan sumbangan ABU Corp untuk yayasan,” kata Hamzah.

Kasus ABU Tours bergulir di pengadilan setelah 96 ribu jemaah umrah dari 16 provinsi gagal berangkat. Hamzah Mamba didakwa bertanggung jawab karena diduga menyelewengkan dana setoran jemaah untuk kepentingan pribadi. Kerugian korban ditengarai total Rp1,2 triliun.

Selain Hamzah, istrinya bernama Nursyariah turut jadi terdakwa. Dua terdakwa lain adalah komisaris ABU Tours Chaeruddin dan mantan manajer keuangan bernama Muhammad Kasim. Sidang akan kembali digelar Rabu 28 November dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lain.


(ALB)