Jaga NKRI Warga Bali Deklarasikan Gerakan Anti Radikalisme

Raiza Andini    •    Sabtu, 20 May 2017 13:15 WIB
 Jaga NKRI Warga Bali Deklarasikan Gerakan Anti Radikalisme
Gerakan Anti Radikalisme (Grak) deklrasi menyelamatkan NKRI dan Pancasila dari pihak-pihak yang memecah belah Bhinneka Tunggal Ika.--MTVN/Raiza--

Metrotvnews.com, Denpasar: Sejumlah elemen masyarakat dari lintas agama dan beberapa organisasi besar di Bali melakukan deklarasi Gerakan Anti Radikalisme (Grak) di titik nol Bali, lingkar Catur Muka, Denpasar, Sabtu, 20 Mei 2017. Deklarasi untuk menyelamatkan NKRI dan Pancasila dari pihak-pihak yang memecah belah Bhinneka Tunggal Ika.

Pantauan Metrotvnews.com, di lokasi, sebanyak ratusan elemen masyarakat dari suku dan agama yang berbeda kumpul di titik nol Bali. Dua organisasi besar di Bali, Laskar Bali dan Baladika bersatu menyuarakan anti radikalisme yang tengah meresahkan Indonesia dan mengguncang keutuhan bangsa. Salah satu tokoh di Bali, Gus Nuril pun turut hadir dalam pengukuhan Gerakan Anti Radikalisme.

Koordinator Grak Nyoman Mardika mengatakan, hari Kebangkitan Nasional yang jatuh Sabtu 20 mei menjadi momen untuk menjaga Pancasila dari kelompok radikal.

"Kita di sini karena ada kekhawatiran dan kegalauan yang ingin menggantikan ideologi negara yakni Pancasila," teriaknya di depan lingkar Catur Muka Denpasar.

Terdapat tujuh poin penting dalam deklarasi Gerakan Anti Radikalisme ini antara lain memperkokoh nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, mengembangkan solidaritas antar sesama anak bangsa yang berbeda suku, agama dan ras, mengembangkan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran serta menghargai antar sesama.

Baca: Presiden: Yang Anti-Pancasila Pasti Kita Gebuk

Selain itu, mereka juga meminta pemerintah untuk tidak menggunakan isu SARA dalam agenda politiknya serta mendukung pemerintah untuk menumpas gerakan intoleran. Adanya gagasan Khilafah untuk Indonesia juga menjadi poin penting deklarasi ini, dan yang terakhir meminta pemerintah untuk menghapus pasal penodaan agama yang rawan menimbulkan perpecahan bangsa Indonesia.

"Indonesia merdeka berdasarkan keberagaman, kita hidup dalam keberagamana. Bagi yang memecah Pancasila harus kita lawan," tegasnya.

Sementara itu penggagas atau motor penggerak Gerakan Anti Radikalisme Nyoman Sudiantara menjelaskan, Indonesia lahir dari Pancasila dengan dasar Bhinneka Tunggal Ika, oleh karenanya tidak boleh diseragamkan dengan agama atau ras tertentu.

"Pancasila dasar negara yang tidak boleh diubah. NKRI harga mati. NKRI tidak boleh seragam," tandasnya.
(ALB)