Rumah tak Layak Huni Janda Miskin di Kupang Bakal Direnovasi

Antara    •    Jumat, 21 Apr 2017 09:42 WIB
penduduk miskin
Rumah tak Layak Huni Janda Miskin di Kupang Bakal Direnovasi
Wali Kota Kupang Jonas Salean -- MI/Palce Amalo

Metrotvnews.com, Kupang: Sejumlah rumah milik janda miskin di Kupang, Nusa Tenggara Timur, sudah tidak layak huni. Pemerintah Kota Kupang bakal merenovasi rumah tidak layak huni itu untuk meringankan beban hidup para janda miskin.

"Saya baru dapat laporan langsung dari para janda yang saya temui, bahwa mereka menghuni rumah tidak layak. Untuk itulah, saya akan minta para lurah segera mengidentifikasi dan mendatanya sehingga akan masuk dalam program nantinya," kata Wali Kota Kupang Jonas Salean di Kupang, NTT, Jumat, 21 April 2017.

Menurut Jonas, Pemkot Kupang memiliki program bantuan perumahan bagi warga miskin, baik bantuan renovasi rumah maupun bantuan lantainisasi. Namun, kedua program itu masih banyak dilewatkan dan belum menyentuh para janda miskin.

"Mungkin para lurah belum mendata para janda itu sehingga belum bisa masuk dalam intervensi di tahun anggaran 2016 yang lalu. Untuk itu akan didata lagi agar bisa ikut di tahun ini," tambah Jonas.

Mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu mengatakan, pemerintah telah meluncurkan program rehabilitasi rumah bagi 100 unit rumah warga miskin di seluruh wilayahnya. Program yang akan langsung ditangani pemerintah kelurahan dengan alokasi anggaran setiap unit rumah Rp25 juta.

Dalam konteks jumlah sasaran pemberian bantuan rehabilitasi dan renovasi rumah warga miskin, lanjut Jonas, Pemerintah Kota Kupang telah mengajukan permintaan penambahan jumlah kuota kepada DPRD setempat. Hal itu agar bisa memampukan dan bisa mengakomodasi seluruh warga miskin yang masih menghuni rumah tak layak.

"Kami sangat sadar bahwa masih banyak warga yang mendiami rumah tak layak dan karena itu pemerintah sudah ajukan penambahan jumlah kuotanya. Setidaknya, jumlah ideal yang diharap mencapai 250 unit rumah," katanya.

Selain memberikan bantuan renovasi rumah, Pemkot Kupang juga memiliki program lantainisasi bagi 400 unit rumah yang masih berlantai tanah. Untuk program ini, pemerintah menyediakan Rp2,5 juta bagi setiap rumah.

Lagi-lagi dari aspek teknis, pihak kelurahan akan memverifikasi data rumah miskin berlantai tanah, agar bisa terakomodasi dalam program ini. "Hanya lurah yang bisa lebih mengenal warganya dan karena itu data valid hanya bisa datang dari pihak kelurahan, termasuk juga bagi para janda miskin," katanya.

Jonas mengaku, Pemkot Kota Kupang juga meminta penambahan jumlah kuota lantainisasi. Ternyata, dari kuota 400 unit di 2016, masih ada warga yang belum terintervensi.

"Karena itu pemerintah sudah ajukan penambahan dengan jumlah ideal untuk 2017 sebanyak 500 unit," katanya.

Menurut Jonas, dari jumlah penduduk Kota Kupang yang mencapai 525.025 jiwa, masih terlacak 14.242 warga yang masuk dalam golongan miskin dan tidak mampu. Itulah yang mendorong Pemkot Kupang bersama DPRD setempat untuk mengeluarkan sejumlah kebijakan prorakyat untuk mengangkat harkat dan martabat orang miskin agar semakin sejahtera.

"Pemerintah sangat senang karena sejumlah rencana kebijakan prorakyatnya didukung penuh DPRD secara kelembagaan untuk mengalokasikan dana demi implementasi program yang ada," katanya.


(NIN)