Makarel Diduga Mengandung Parasit tak Pengaruhi Nelayan di Sulut

Mulyadi Pontororing    •    Senin, 02 Apr 2018 20:34 WIB
makanan berbahaya
Makarel Diduga Mengandung Parasit tak Pengaruhi Nelayan di Sulut
Kapal nelayan berlabuh di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawaban Cirebon, Kamis, 28 Desember 2017, Ant - Aditya Pradana Putra

Manado: Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan 27 merek ikan kaleng mengandung parasit. Larangan itu tak berpengaruh pada produksi ikan dari Sulawesi Utara.

Ikan kaleng itu berbahan sarden dan makarel. Larangan disampaikan setelah petugas BPOM memeriksa 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng dari 66 merek.

Baca: BPOM: 27 Merek Ikan Kalengan Mengandung Parasit Cacing

Kepala Disperindag Sulut Jenni Karouw mengatakan provinsi tersebut juga memproduksi ikan. Bukan makarel maupun sarden, tapi nelayan di Sulut menjual tuna hingga keluar negeri.

"Sulut juga punya ikan kaleng yang dijual ekspor, yaitu tuna. Bukan makarel ataupun sarden. Selain kaleng, ikan tuna juga dijual dalam bentuk beku," ujar Jenni di Manado, Senin 2 April 2018.

Sedangkan ikan jenis lain seperti kakap dan pelagis diproduksi untuk konsumsi lokal. Nelayan juga memproduksi ikan cakalang dan ikan teri untuk pasar dalam negeri.

Jenni mengaku pengumuman BPOM soal 27 merek ikan kaleng tersebut tak berpengaruh pada produksi nelayan Sulut. Nelayan tetap melaut dan menjual ikan hasil tangkapan mereka di tempat pelelangan.

Sementara itu, Jenni menerjunkan tim mengecek peredaran ikan kaleng. Jenni juga mengedarkan larangan dan imbauan kepada pedagang tentang daftar 27 merek tersebut.

Saat ini, kata Jenni, ia masih menunggu hasil pengecekan. Ia pun mengimbau masyarakat tak membeli dan mengonsumsi ikan kaleng yang terindikasi mengandung parasit cacing.

Lihat video:
 


(RRN)