Kemenko PMK Prioritaskan Penanganan Anak-anak Korban Gempa NTB

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 14 Sep 2018 13:53 WIB
berita kemenko pmk
Kemenko PMK Prioritaskan Penanganan Anak-anak Korban Gempa NTB
Menko PMK Puan Maharani - - Foto: dok Kemenko PMK

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus memaksimalkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Penanganan pada anak-anak dan perempuan juga menjadi prioritas kementerian.

"Pesan Ibu Menko PMK (Puan Maharani) agar anak-anak mendapatkan prioritas penanganan, baik dari kebutuhan tempat tinggal, makanan, pendidikan, dan kesehatan," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kemenko PMK Sonny Harry B. Harmadi, dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 September 2018.

Dalam setiap rapat koordinasi, Kemenko PMK selalu meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk memastikan bahwa perlindungan bagi seluruh anak dan perempuan korban bencana alam berjalan optimal.

Baru-baru ini beredar informasi bahwa penanganan panti-panti yang rusak belum maksimal. “Informasi bahwa kurangnya perhatian posko bencana dan pemerintah terhadap panti tidak benar. Saat ini bantuan dari Dinsos bagi 239 LKSA (panti) di NTB mencapai 5.018 anak dengan rata-rata nominal Rp1 juta per anak telah diberikan selama Agustus-September ini. Selain itu ada 25 LKSA yang rusak dan kemarin sudah masuk dalam Rencana Aksi (Renaksi) Rehab-Rekon yang sedang kami finalisasi. Tentunya akan ditindaklanjuti dengan perbaikan selama masa rehab-rekon ini," kata Sonny menjelaskan.

KPAI dan pihak terkait dipersilakan untuk menyampaikan masukan ke Pos Pendampingan Nasional di Mataram, Kementerian PPPA dan Kemenko PMK, disertai data yang lengkap.

Terkait peristiwa pemerkosaan yang dialami anak panti di Lombok, Sonny menegaskan bahwa Menko PMK telah menginstruksikan agar penanganan korban menjadi prioritas utama. Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut terjadi di panti bukan di tempat pengungsian. Dua orang pelaku pemerkosaan pun sudah ditahan di Polres Mataram.

“Sudah dilaksanakan pendampingan psikologi untuk mengatasi trauma korban," katanya.

Lebih lanjut, Menko PMK menginstruksikan jajaran di Kemenko PMK untuk terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, Dinsos, dan dinas terkait langkah konkret perlindungan anak dan perempuan. Dalam rakornis-rakornis sebelumnya, Kemenko PMK selalu menekankan pentingnya upaya untuk mengurangi risiko pemerkosaan dan pelecehan seksual di pengungsian.

"Menindaklanjuti arahan Ibu Menko, kami akan terus berkoordinasi dengan K/L dan pemda untuk menekan risiko terulangnya kejadian yg memprihatinkan ini. Terutama di pengungsian," ucap Sonny.



 


(Des)