Memprihatinkan, Ratusan Anak di Dolly Alami Kekerasan

   •    Rabu, 02 Jul 2014 16:58 WIB
lokalisasi dolly
 Memprihatinkan, Ratusan Anak di Dolly Alami Kekerasan
Ilustrasi--Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Yayasan Crisis Center Cahaya Mentari (CCCM) menyatakan selama 2006 hingga 2014 ditemukan sebanyak 397 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di lokalisasi Dolly, Kota Surabaya.

Aktivis Yayasan Crisis Center Cahaya Mentari, Mariani, Rabu (2/7/2014), mengatakan dari 397 kasus tersebut. Rinciannya, kekerasan domestik atau kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga sebanyak 81 kasus, terdiri atas 49 laki-laki dan 32 perempuan. Kekerasan seksual anak sebanyak 45 kasus, terdiri atas 15 laki-laki dan 30 perempuan.

"Untuk anak laki-laki biasanya menjadi korban sodomi. Sedangkan untuk perempuan karena diperkosa. Para pelaku kekerasan biasanya orang dekat seperti keluarganya sendiri," kata Mariani pada jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya.

Adapun kekerasan dalam segi ekonomi seperti memaksa menjadi pengemis terdapat 8 kasus terdiri atas 6 anak laki-laki dan 2 perempuan. Sedangkan anak berhadapan dengan hukum seperti terlibat kasus kejahatan sebanyak 18 kasus yang terdiri atas 16 anak laki-laki dan 2 perempuan.

Anak tidak sekolah sebanyak 81 kasus dengan rincian 54 laki-laki dan 27 perempuan. Penelantaran anak sebanyak 14 kasus terdiri atas laki-laki sebanyak 11 anak laki-laki dan 3 perempuan. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 134 kasus dengan rincian menimpa laki-laki sebanyak 19 anak dan perempuan 115 anak.

Untuk trafficking atau perdagangan manusia sebanyak 16 kasus dengan rincian 2 laki-laki dan 14 perempuan. "Anak-anak yang tinggal di sekitar lokalisasi ini kondisinya sangat memprihatinkan," katanya.

Bahkan sebagian besar mereka sudah dewasa sebelum waktunya. Artinya, mereka sudah mengonsumsi tontonan dan juga berperilaku yang tidak seusianya. Contohnya, gemar pesta seks, pesta minuman keras dan juga pesta sabu.

"Biasanya pesta-pesta ini dilakukan di makam Jarak dan juga makam Kembang Kuning. Di dua tempat inilah banyak anak-anak yang belajar melakukan tindakan kriminal," katanya.

Psikiater dr Agung Budi Setiawan SpKJ mengatakan, jika banyak lembaga yang melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang ada di lokalisasi Dolly, bisa dipastikan jumlah kasus yang ditemukan akan lebih banyak lagi.

Hal ini karena kasus kekerasan terhadap anak ibarat fenomena gunung es. Banyak sekali kejadian yang tidak terlaporkan. "Dari jumlah data tersebut, itu tentu sangat memprihatinkan. Saya kira para pelaku sudah mengalami gangguan mental. Gangguan mental itu sama saja dengan gila. Inilah yang sulit tertangani karena gila gangguan mental ini tidak seperti gila pada umumnya," katanya.(Antara)

 


(PRI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA