Hari Ini, Matahari Tepat di Atas Kepala

   •    Rabu, 21 Mar 2018 11:41 WIB
fenomena alam
Hari Ini, Matahari Tepat di Atas Kepala
Suasana di sekitar Tugu Khatulistiwa Pontianak, yang menjadi lokasi pemantauan titik kulminasi Matahari, Agustus 2017, Medcom.id - Ade Hapsari

Jakarta: Matahari akan berada tepat di jalur khatulistiwa pada Rabu, 21 Maret 2018. Bila seseorang berada di wilayah khatulistiwa, Matahari tepat berada di atas kepala. Sehingga bayangan orang tersebut tak akan tampak.

Dari rilis Lembaga Antariksa dan Penerbangan (Lapan) yang diterima Medcom.id, fenomena alam itu terjadi dua kali dalam setahun. Selain 21 Maret, fenomena terjadi pada 23 September 2018.

"Peristiwa itu disebut Hari Nir Bayangan atau Hari Tanpa Bayangan," demikian rilis tersebut.

Pontianak, Kalimantan Barat, merupakan satu dari kota di Indonesia yang dilintasi garis ekuator. Hari ini, Matahari tepat berada di atas kepala. Lokasi paling strategis untuk menikmati fenomena alam itu yaitu di Tugu Khatulistiwa yang berlokasi di Jalan Khatulistiwa, Batu Layang, Siantan, Kota Pontianak.


(Pengunjung di area dalam bangunan di Tugu Khatulistiwa Pontianak, Agustus 2017, Medcom.id - Ade Hapsari)

Pada pukul 11.50 WIB, diperkirakan Matahari mencapai titik puncak. Peristiwa itu dikenal dengan istilah vernal equinox. Di hari tersebut, durasi siang dan malam sama di seluruh dunia yaitu 12 jam.

Menurut rilis dari Lapan, peristiwa itu terjadi karena Bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar Bumi berbentuk agak lonjong. Sehingga, Bumi kadang bergerak lebih cepat, kadang lambat. 

Bidang edar Bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidang ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang equator Bumi. Karenanya, Matahari tampak berada di atas belahan Bumi utara selama sekitar setengah tahun dan berada di atas belahan Bumi selatan setengah tahun sisanya. Perubahan posisi tampak Matahari menyebabkan perubahan musim di Bumi, misalnya empat musim di daerah subtropis dan juga musim kering-basah di wilayah Indonesia.

Bukan hanya Pontianak, Hari Nir Bayangan juga dapat dinikmati di beberapa kota yang berada di antara 23,4 Lintang Selatan dan 23,4 Lintang Utara. Misalnya Denpasar, Bali. Hari Nir Bayangan di kota tersebut terjadi pada 26 Februari dan 16 Oktober, tiap tahun.



(RRN)