Menteri Agama: Perceraian Sudah Jadi Gaya Hidup

Andi Aan Pranata    •    Kamis, 25 Jan 2018 12:35 WIB
perceraian
Menteri Agama: Perceraian Sudah Jadi Gaya Hidup
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebelum meresmikan 28 gedung baru balai nikah di lingkup Kemenag se-Sulsel di Makassar, Kamis, 25 Januari 2018. Medcom.id/Andi

Makassar: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut masyarakat cenderung mengalami penurunan pemahaman tentang sakralnya pernikahan. Salah satu akibatnya, jumlah perceraian semakin tinggi.

Menurut Lukman, sebagian perceraian bahkan bukan lagi diakibatkan masalah rumah tangga. Melainkan sudah menjadi gaya hidup.

“Ada yang beranggapan bahwa punya rekam jejak kawin-cerai lebih bergengsi. Itu bagi sebagian orang zaman now. Bahkan ada yang direncanakan,” kata Lukman saat meresmikan 28 gedung baru balai nikah di lingkup Kemenag se-Sulsel di Makassar, Kamis, 25 Januari 2018.

Lukman menyatakan kementerian yang dia pimpin sedang gencar memperbaiki dan mengoptimalkan pemanfaatan balai nikah di Kantor Urusan Agama. Selain jadi tempat melangsungkan pernikahan, sarana itu difungsikan sebagai tempat calon suami-istri mendapatkan wawasan yang cukup tentang berumah tangga. Hal ini dikenal dengan bimbingan pranikah.

Seiring waktu, kata Lukman, rumah tangga diliputi persoalan yang semakin kompleks. Sehingga dibutuhkan persiapan optimal agar tidak mudah kandas di tengah jalan. Terutama pemahaman soal tanggung jawab suami terhadap istri dan sebaliknya.

“Nikah itu sakral. Tidak hanya ikatan dua manusia yang beda jenis kelamin. Tapi ikatan kokoh berdasarkan agama, perjanjian anak manusia di hadapan Tuhannya,” ujar Lukman.

Di Sulsel, Menteri Lukman meresmikan 28 gedung baru balai nikah dan manasik haji KUA. Bangunan ini tersebar di 15 kabupaten/kota se-Sulsel dengan anggaran proyek Rp29 miliar melalui Surat Berharga Syariat Negara (SBSN) ini untuk tahun anggaran 2017.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel Abdul Wahid Tahir mengatakan, 28 gedung yang diresmikan telah rampung dikerjakan dan siap digunakan. Bangunan ini melengkapi 281 KUA di 306 kecamatan se-Sulsel. Sejak tahun anggaran 2016 sampai 2017 ada 57 gedung baru KUA yang dibangun melalui biaya SBSN.

“Rencananya di tahun 2018 ini akan dibangun kembali 12 lokasi KUA tersebar di 10 kabupaten/kota,” kata Wahid.


(ALB)