Jalan Sepanjang 2,3 Kilometer di Lembata Tertutup Batuan

Palce Amalo    •    Rabu, 11 Oct 2017 10:56 WIB
gempa bumi
Jalan Sepanjang 2,3 Kilometer di Lembata Tertutup Batuan
Material longsor berupa batu menutupi badan jalan akibat gempa yang mengguncang Lembata -- MI/Alexander P. Taum

Metrotvnews.com, Lembata: Ruas jalan sepanjang 2,3 kilometer di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tertutup batuan besar. Batuan tersebut longsor akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah itu selama dua hari terakhir.

Wakil Bupati Lembata Thomas Langoday mengatakan, kerusakan jalan mengakibatkan akses transportasi ke desa-desa terhambat. "Ada 26 desa di sekeliling Gunung Ile Lewotolok terkena dampak gempa ini," kata dia, Rabu 11 Oktober 2017.

Menurut Thomas, gempa juga mengakibatkan 11 rumah rusak berat dan 29 rumah lainnya rusak ringan. Kerusakan bangunan hanya terdapat di Desa Bungamuda, Kecamatan Ile Ape.

Hari ini, jumlah pengungsi akibat gempa mencapai 1.128 orang. Mereka ditampung di sejumlah tempat, yaitu Kantor Camat Ile Ape, bekas rumah jabatan bupati Lembata, dan penampungan keluarga. Persediaan pangan di pusat penampungan sangat terbatas. Pengungsi hanya mengandalkan beras dari dinas sosial setempat.

(Baca: 671 Warga Lembata Mengungsi Akibat Gempa)

Sebelumnya, Lembata diguncang empat kali gempa selama dua hari terakhir. Pada Selasa 10 Oktober 2017, terjadi tiga kali gempa yang disebabkan aktivitas sesar aktif di wilayah itu.

Gempa pertama berkekuatan 4,3 Skala Richter (SR) pada pukul 02.19 WITA, gempa kedua 4,6 SR terjadi pukul 02.27 WITA, dan gempa ketiga dengan kekuatan 4,9 SR terjadi pukul 06.23 WITA. Sebanyak 671 warga dari sejumlah desa di Kabupaten Lembata pun mengungsi.

Hari ini, kembali terjadi gempa berkekuatan 4,9 SR pada pukul 07.10 WITA.

(Baca: Lembata Kembali Diguncang Gempa)


(NIN)