Ribuan Siswa SMK dan SMA se-Sulsel Mengulang UNBK

Andi Aan Pranata    •    Senin, 17 Apr 2017 17:51 WIB
ujian nasional
Ribuan Siswa SMK dan SMA se-Sulsel Mengulang UNBK
Ilustrasi ujian nasional berbasis komputer. Foto: Media Indonesia/Arya Manggala.

Metrotvnews.com, Makassar: Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 1.050 siswa SMK bakal mengulang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Mereka akan diikutkan pada UNBK susulan, yang digelar serentak pada Selasa dan Rabu, 18-19 April 2017.

Peserta merupakan siswa SMK yang terkena imbas masalah teknis pada pelaksanaan UNBK 3-6 April lalu. Saat itu, soal ujian salah satu mata pelajaran kompetensi gagal diterima dari pusat.

"Waktu ujian kompetensi, sempat bermasalah. Jadi ada seribuan siswa yang harus mengulang," kata Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo di Makassar, Senin 17 April 2017.

Irman menyebutkan, secara umum UNBK susulan di Sulsel akan diikuti sekitar tiga ribu siswa SMK dan SMA. Rinciannya, 2.654 siswa SMK dan 639 siswa SMA. Sebagian di antaranya tidak mengikuti UNBK reguler karena berbagai alasan. Antara lain sakit maupun bermasalah dengan hukum.

"Ada juga yang tidak ikut ujian nasional karena menikah. Entah ini fenomena yang bagus atau tidak," ujar Irman.

Dinas Pendidikan Sulsel, kata Irman, berupaya agar semua siswa yang berhalangan bisa ikut UNBK susulan. Para siswa, bagaimana pun, dianggap membutuhkan ijazah kelulusan sebagai syarat administratif di masyarakat. "Sayang kalau ujian terakhir tidak diikuti," katanya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Sulsel mencanangkan Pekan Integritas Sekolah se-Sulsel tahun 2017. Itu disebut sebagai salah satu apresiasi terhadap UN tingkat SMA/SMK dan sederajat yang dianggap sudah berlangsung tertib dan berintegritas.

Diharapkan, ke depannya tak ada lagi sekolah yang culas dalam melaporkan data di sekolah. Data yang dilaporkan harus  sesuai dengan fakta di lapangan yang akan dicari oleh para pengawas sekolah.

"Pencanangan ini untuk menempatkan yang sudah ada pada posisi sebenarnya. Agar ke depan, tidak lagi ada persoalan terkait data dan administrasi," kata Irman.



(ALB)