18 Korban PCC Dirawat di RS Jiwa

Kesturi Haryunani    •    Kamis, 14 Sep 2017 17:42 WIB
obat berbahaya
18 Korban PCC Dirawat di RS Jiwa
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Kendari: Korban obat bertuliskan Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) di Kendari, Sulawesi Tenggara, terus bertambah. Data terakhir, ada 69 orang harus mendapatkan perawatan karena mengonsumsi PCC.

"Dari jumlah tersebut, 18 orang dirawat inap di rumah sakit jiwa," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara Asrum Tombili di Kendari, Kamis 14 September 2017.

Asrum menjelaskan, PCC tidak akan menimbulkan efek apa pun jika hanya dikonsumsi satu tablet. Tapi, berdasarkan kasus yang terjadi di Kendari, PCC menimbulkan gangguan jiwa jika dikonsumsi tiga hingga empat tablet sekaligus.

"Gangguan kepribadan yang terjadi ada yang ngamuk, teriak-teriak," lanjut Asrum.

(Baca: Obat yang Beredar di Kendari Bertuliskan PCC)

Hingga kini, lanjut Asrum, pihaknya belum bisa memastikan jika PPC adalah obat. "Bisa jadi ini racun yang dikemas seperti obat," katanya.

Menurut Asrum, sejumlah korban yang sudah mulai pulih mengaku mendapatkan obat dari temannya. "Ada pula yang mengaku diberikan secara paksa oleh orang yang tidak dikenal," terangnya.

Sebelumnya, puluhan anak dirawat di Rumah Sakit Jiwa Kendari. Mereka diduga mengalami gangguan mental setelah kelebihan atau overdosis mengonsumsi obat terlarang jenis PCC.

(Baca: BNN Sebut PCC Berkategori Obat Keras)

PCC masuk kategori obat-obatan keras, sehingga peredarannya tidak boleh sembarangan dan dibatasi. Obat jenis PCC biasa diperuntukkan bagi obat peredam rasa sakit atau pain killer. Bahkan, sebagian obat ini juga diperuntukkan bagi penyakit jantung.

 


(NIN)