Aktivis Lingkungan Hidup Demo Pembangunan Tol Cinere-Serpong

Farhan Dwitama    •    Selasa, 09 Jan 2018 12:23 WIB
unjuk rasajalan tol
Aktivis Lingkungan Hidup Demo Pembangunan Tol Cinere-Serpong
Puluhan aktivis lingkungan hidup dari berbagai organisasi kepemudaan mengelar unjuk rasa di pintu masuk proyek jalan Tol Serpong-Cinere -- medcom.id/Farhan Dwitama

Tangerang: Puluhan aktivis lingkungan hidup dari berbagai organisasi kepemudaan mengelar unjuk rasa di pintu masuk proyek jalan Tol Serpong-Cinere pada Senin, 8 Januari 2018. Mereka memprotes pembangunan Tol Cinere-Serpong yang menyebabkan penyempitan dan pendangkalan Setu Sasak Tinggi.

"Catatan kami, ada 5 hektare lahan Setu Sasak Tinggi yang menyempit akibat ini (pembangunan Tol Serpong-Cinere). Kami menuntut pengembalian garis sepadan setu yang dihilangkan," kata Nurcholis Hafiz, koordinator aksi, di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Nurcholis mengatakan, pihaknya juga meminta pemerintah bertanggung jawab terhadap kerusakan yang ditimbulkan dari pengerjaan proyek Tol Serpong-Cinere. Menurutnya, pembangunan tol tidak bisa mengabaikan lingkungan. Apalagi setu adalah kantong air bagi masyarakat di Tangsel.

Terpisah, Kepala Pelaksana Proyek Tol Cinere Serpong Nanan Sudirman mengakui adanya pemanfaatan lahan setu yang digunakan untuk pembangunan. Diperkirakan bibir setu sepanjang 200-250 meter terkena dampak pengerjaan proyek tol.

"Namun, tidak ada penyempitan. Bahkan, nanti bibir setu akan bertambah lebar," ucap dia.

Nanan menjelaskan, pengurukan setu dilakukan untuk menyangga. "Kami tidak bisa melakukan bor fill kalau tidak ada tanah di depan kita untuk menyangga," lanjutnya.

Pengerjaan proyek jalan tol yang mengenai bibir setu idiperkirakan memakan waktu hingga satu tahun.


(NIN)