Penyambungan Pipa Gas Dasar Laut Butuh Dua Bulan

Hendrik Simorangkir    •    Jumat, 20 Jul 2018 19:28 WIB
Pipa Gas Bocor Bawah Laut
Penyambungan Pipa Gas Dasar Laut Butuh Dua Bulan
Kapuspen Hidrosal TNI AL Laksamana Muda Harjo Susmoro menyampaikan hasil investigasi terkait kebocoran pipa gas dasar laut PT CNOOC yang terputus di Perairan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten. Medcom.id/Hendrik Simorangkir

Tangerang: Kebocoran pipa gas dasar laut milik PT China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) yang terputus di Perairan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, pada 9 Juli 2018, membutuhkan waktu dua bulan pengerjaan untuk menyambung kembali.

"Makanya tadi diputusin segera selesai (investigasi) dan segera disambungkan. Nanti dari hambatan yang ada, kita bikin detail engineering," ujar perwakilan dari PT CNOOC, Untung, Jumat 20 Juli 2018.

Perbaikan itu bisa dilakukan setelah kepolisian menyatakan telah mengantongi cukup bukti penyidikan. Polisi akan dibantu oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

"Segera, jika menurut penyidik menyatakan cukup bukti, maka akan disambung kembali," kata Kapus Hidros TNI AL, Laksamana Muda Harjo Susmoro.

Hasil Investigasi nantinya akan melengkapi data penyelidikan kepolisian serta penyebab kebocoran pipa gas milik PT CNOOC, di perairan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten.

"Saya hanya memberikan keterangan sebagai saksi ahli. Ini nanti akan di-cross check dengan bukti lain," jelas Harjo.

Pipa gas milik PT CNOOC itu menyuplai gas ke PLTGU Cilegon. Pasokan gas sementara terhenti dan hanya mengandalkan gas dari PGN akibat terputusnya pipa tersebut.

Ujungnya, satu turbin pembangkit listrik milik PLTGU Cilegon untuk sementara berhenti hingga pasokan gas kembali normal.


(SUR)