Delapan Penyelundup Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap

Farhan Dwitama    •    Rabu, 28 Mar 2018 16:25 WIB
narkobapenyelundupan
Delapan Penyelundup Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap
Delapan penyelundup narkotika jaringan internasional yang ditangkap petugas Bea Cukai dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 28 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Farhan Dwitama

Tangerang: Petugas gabungan Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan Bea Cukai Bandara mengungkap jaringan peredaran narkotika internasional. Jaringan terbongkar setelah petugas menggagalkan penyelundupan oleh dua perempuan WNI dari Malaysia.

Sedikitnya, 666 gram kristal sabu diciduk dari dua perempuan berinisial RC, 40, dan NO, 20. Keduanya ditangkap setelah terbukti menyembunyikan sabu di dalam pembalut wanita saat menumpang pesawat KLM Royal Dutch KL 809 rute Kuala Lumpur-Jakarta.

Dua WNI itu diperiksa secara intensif. Berdasarkan interogasi, kasus ini dikembangkan bersama Polresta Bandara.

"Kami segera berkoordinasi dengan Polres Bandara untuk bersama-sama melakukan controlled delivery dan pengembangan kasus," kata Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Erwin Situmorang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu 28 Maret 2018.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengaku, kedua tersangka mengaku barang haram didapat dari seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Afrika di Malaysia.

"Keduanya kemudian diperintahkan untuk membawa barang tersebut ke Jakarta. Mereka diupah Rp4 juta per orang. Jaringan mereka dari Nigeria-Malaysia-Indonesia," terang Yusep.

Tim gabungan Bea Cukai dan Polres Bandara Soekarno-Hatta kemudian meringkus enam orang tersangka lainnya. Satu orang berperan sebagai pemantau barang, empat orang penerima barang, serta satu pengendali jaringan.

Keenam tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. "Tapi masih ada satu pelaku lagi yang masih jadi target kami," kata dia.

Kedelapan pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan diancam hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.


(SUR)