Tak Masuk Moratorium, Jalan Layang Camba Beroperasi Mei

Andi Aan Pranata    •    Kamis, 08 Mar 2018 15:42 WIB
infrastruktur
Tak Masuk Moratorium, Jalan Layang Camba Beroperasi Mei
Proyek nasional jalan layang atau elevated road di Kecamatan Camba Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan

Makassar: Proyek nasional jalan layang atau elevated road di Kecamatan Camba Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dijadwalkan rampung pada Mei 2018. Konstruksi ini merupakan akses yang menghubungkan Makassar dengan kawasan barat Sulsel yang meliputi kabupaten Bone, Sinjai, Soppeng, dan Wajo.

Proyek jalan layang Camba memang tak termasuk dalam moratorium pengerjaan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat (PUPR). Saat ini pengerjaan memasuki tahap akhir, dengan fokus pada bagian atas konstruksi serta permukaan jalan.

“Memang proyek belum sepenuhnya jadi. Tapi ini membuktikan keseriusan pemerintah khususnya PU (Kementerian PUPR) punya integritas yang kuat,” kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi proyek jalan di Camba, Maros, Kamis, 8 Maret 2018.

Syahrul menyebut jalan layang Camba sebagai solusi penguatan basis ekonomi Sulsel. Konstruksi ini memudahkan akses masyarakat dari poros ekonomi wilayah tengah menuju Ibu Kota. Demikian pula sebaliknya. Selama ini akses di lokasi itu terbilang sulit dengan jalan yang berkelok dan medan terjal.

“Ini sebuah kebanggaan. Sebagai bukti kita serius membenahi poros ekonomi tengah kita, sama halnya poros ekonomi bagian selatan dan bagian utara,” ujar Syahrul.

Bagi Syahrul, jalan layang Camba tidak hanya bernilai ekonomi. Jalan ini juga mengandung nilai estetika karena orang yang melintasi bisa menikmati keindahan alam dan hutan di sekitar. Lebih dari itu, proyek jalan tidak sampai mengorbankan keberlangsungan makhluk dan lingkungan hidup.

“Ini sebuah upaya penyelamatan lingkungan. Jawaban sebuah era dengan perkembangan teknologi yang maju,” katanya.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII mencatat, proyek jalan layang Camba membentang sepanjang 316 meter. Kepala BBPJN XIII Makassar Miftachul Munir mengatakan, jalan bisa mulai dilewati kendaraan pada Mei 2018 mendatang. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono diharap datang meresmikan proyek senilai Rp167 miliar ini. 


(ALB)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

20 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA